Duit MBG di Karawang 2 Triliun Per Tahun, Bupati Aep Minta Sekolah Mengawasi, Jangan Takut, Laporkan

Kasek SD smp
Bupati Aep foto bersama para Kasek SD dan SMP usai acara mutasi.
0 Komentar

KBEonline.id- Putaran anggaran MBG di Kabupaten Karawang tembus Rp 2 Triliun per tahun. Bupati Karawang Aep Syaepulohmeminta agar pihak sekolah maupun tenaga pendidik tidak ragu melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah, lanjutnya, akan memberikan perlindungan bagi pelapor.

Bupati Aep menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui proses mutasi besar-besaran di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) serta pengawasan ketat terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Aep menyebutkan bahwa pelaksanaan mutasi yang mencapai lebih dari 360 orang telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:Duarrr… ! Ledakan Sekeras Rudal Iran Terdengar dari Bekasi, Api Berkobar Ratusan Orang Berlarian KetakutanJejak Luka AS, Anak 7 Tahun yang Disiksa Ayah Tiri di Purwasari Saat Ibunya Tak Ada di Rumah

“Kami sudah melaporkan kepada BKN dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rule yang ada,” ujarnya, Kamis (2/4).

Ia menambahkan bahwa mutasi kali ini didominasi oleh kepala sekolah tingkat SD dan SMP, yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pendidikan.

Aep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Disdik yang dinilai telah bekerja keras dalam menjalankan proses tersebut. Ia mengibaratkan Disdik sebagai “kapal besar” yang membutuhkan kepemimpinan kuat dalam mengelola sumber daya manusia.

Menurutnya, pola kerja saat ini harus berubah menjadi kolaboratif.

“Kita bukan bekerja sebagai Superman, tapi sebagai Superteam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aep menekankan pentingnya pembinaan terhadap aparatur sipil negara (ASN), khususnya di sektor pendidikan.

Ia mengaku terus memantau secara langsung proses pembinaan tersebut guna memastikan peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda Karawang.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan, termasuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di tingkat SD dan SMP.

Baca Juga:PT TBS Energi Utama dan Bank DBS Indonesia Luncurkan Climate Transition Plan Menuju Target Netral Karbon 2030LBH CAKRA Indonesia Apresiasi Keteladanan Sekda Karawang di Tengah Upaya Efisiensi Daerah Karawang

Di sisi lain, Aep turut menyoroti pelaksanaan program MBG yang saat ini masih dalam tahap pengembangan di Karawang. Ia mengungkapkan bahwa target pelaksanaan sebanyak 280 titik baru terealisasi sekitar 220 titik.

“Masih ada yang dalam proses verifikasi, dan ada juga yang kami hentikan sementara karena tidak memenuhi standar,” katanya.

Aep menegaskan bahwa kualitas makanan dalam program MBG harus tetap terjaga. Ia menolak praktik pengurangan anggaran yang dapat berdampak pada kualitas makanan yang diterima siswa.

0 Komentar