kbeonline.id – Laga krusial akan dijalani Madura United FC saat menjamu Borneo FC Samarinda pada pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026. Duel ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam WIB.
Bagi Laskar Sape Kerrab, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan pertaruhan untuk keluar dari tekanan zona degradasi.
Tren Buruk Jadi Bayang-Bayang
Performa Madura United belakangan jauh dari kata meyakinkan. Mereka belum meraih kemenangan dalam sepuluh pertandingan terakhir—catatan yang jelas memengaruhi kepercayaan diri tim.
Baca Juga:Ujian Berat Persija, Zijlstra Menepi 1-2 Bulan Akibat CederaPersis Solo Hadapi Ujian Berat di April, Penentuan Nasib di Super League
Situasi ini sempat membuat mental pemain menurun. Namun, pelatih caretaker Rakhmad Basuki mencoba membalik keadaan lewat pendekatan personal kepada para pemain.
“Awalnya berat, motivasi pemain sempat turun. Tapi sekarang perlahan mulai kembali,” ungkapnya.
Target Realistis: Jangan Sampai Kalah
Menghadapi tim kuat seperti Borneo FC, Madura United tidak ingin muluk-muluk. Target utama adalah tidak kalah.
Dalam kondisi klasemen yang ketat, satu poin bisa menjadi sangat berharga. Filosofi ini diibaratkan seperti bertahan di tengah badai—yang penting tetap berdiri sebelum mencoba melangkah lebih jauh.
“Kalau tidak bisa menang, yang penting jangan kalah. Satu poin tetap berarti,” tegas Rakhmad Basuki.
Borneo FC Datang dengan Ambisi Besar
Di sisi lain, Borneo FC Samarinda datang dengan misi berbeda. Tim berjuluk Pesut Etam sedang bersaing di papan atas dan masih memiliki peluang besar untuk mengejar gelar juara.
Meski sempat memimpin klasemen di awal musim, posisi mereka kini berada di bawah Persib Bandung. Hal ini membuat setiap pertandingan menjadi wajib dimenangkan.
Baca Juga:Tavares Tak Mau Ambil Risiko, Bruno Paraiba Diproyeksikan Tak Main PenuhDua Pilar Absen, Persib Hadapi Ujian Berat Lawan Semen Padang
Artinya, duel ini akan mempertemukan dua tim dengan kepentingan berbeda: satu berjuang bertahan, satu lagi memburu puncak.
Situasi Pelatih Masih Belum Stabil
Madura United juga masih berada dalam fase transisi setelah berpisah dengan pelatih sebelumnya. Upaya mendatangkan pelatih baru pun belum membuahkan hasil.
Nama Joel Cornelli sempat dikabarkan akan bergabung, namun batal karena tidak dilepas oleh federasi Malaysia.
Dalam kondisi ini, Rakhmad Basuki dipercaya sebagai sosok yang paling memahami tim untuk sementara waktu.
