Siap Hadapi Musim Kering Ekstrem, Kementan Cek Sarana Pompanisasi, Penyuluh Karawang Sigap Merespon

Umang Rukmana
Umang Rukmana, penyuluh pertanian Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang.
0 Komentar

KBEonline.id– Kementerian Pertanian (Kementan) siap menghadapi musim kering akibat potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan mulai berdampak pada April 2026 ini.

Sudah berpengalaman menghadapi El Nino 2023, Kementan memperkuat langkah mitigasi dengan menitikberatkan pada kecepatan intervensi, optimalisasi sarana prasarana, serta kesiapan petani dalam memanfaatkan bantuan yang telah disalurkan.

Di Kabupaten Karawang musim tanam sudah dimulai per April ini. Para penyuluh pertanian di daerah ini sudah turun ke lapangan dan melakukan sosialisasi pola tanam dan tantangan musim kemarau.

Baca Juga:Rakyat Jangan Panik, Bulog Sudah Nyetok 4.387.469 Ton BerasLENGKAP, Daftar 353 Kepala Sekolah SD dan SMP yang Dirotasi Pemkab Karawang

” Kita sudah turun ke petani ke Poktan untuk mensosialisasikan. Instruksi dari Kementan tentang pola tanam musim ini, terutama menghadapi musim kemarau ini. Agar petani mengantisipasinya. Infrastruktur yang diberikan. Kementan seperti pompa air sudah kita cek agar bisa digunakan jika dibutuhkan,” ujar Umang Rukmana, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang.

Ia juga menjelaskan kondisi tanaman padi yang sudah memasuki masa tanam di daerahnya relatif baik.

“Meski begitu kita harus tetap waspada. Dengan terus memberikan penyuluhan pada para petani.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa Kementan menaruh perhatian serius terhadap potensi kekeringan yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.

Menurutnya, mitigasi tidak hanya berbasis perencanaan, tetapi juga kesiapan teknis di lapangan.

“Pemerintah sejak 2023 hingga 2025 telah menyalurkan sebanyak 80.158 unit pompa air kepada kelompok tani di seluruh Indonesia. Ini adalah aset strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi potensi kekeringan,” ujarnya.

Andi menekankan bahwa pompa air yang telah diberikan melalui bantuan pemerintah (banpem) bukan sekadar bantuan, melainkan instrumen produksi yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara kolektif oleh petani.

Baca Juga:Update Daftar Mobil Dinas Pemkab yang Sudah Diparkir di Gallery, Mobil Bupati dan Sekda Parkir DuluanHari Ini Puluhan Mobil Dinas Pejabat Mulai Dikumpulkan, Bupati Aep: Bagian dari Penghematan

Kesiapan sumber air serta pengelolaan distribusi air di tingkat lapangan juga menjadi faktor penting agar pompa dapat bekerja secara maksimal.

“Optimalkan pemanfaatan pompa yang sudah ada. Pastikan sumber air disiapkan, saluran diperbaiki, dan distribusi air diatur dengan baik. Ini kunci agar lahan tetap produktif meskipun tekanan iklim meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kementan mengimbau seluruh petani dan pemangku kepentingan daerah untuk mulai melakukan langkah antisipatif, termasuk mengidentifikasi sumber-sumber air, merapikan galengan, serta mengatur pola tanam dan pergiliran air secara efektif.

0 Komentar