KBEOnline.id – Pemerintah Indonesia mulai serius mengawasi konten game dengan memasukkan sistem rating IGRS (Indonesia Game Rating System) ke Steam. Sekarang, ada klasifikasi usia: 3+, 7+, 13+, 15+, sampai 18+. Intinya, pemain dan orang tua nggak lagi main tebak-tebakan soal game yang cocok — semuanya jadi lebih jelas.
Dari sisi aturan, publisher sekarang wajib ngurus rating resmi sebelum game mereka bisa nongol di Indonesia. Jadi, industri game nggak lagi jalan asal-asalan. Aturannya lebih rapi, kontennya ditata biar sesuai umur, dan standarnya lebih transparan.
Menariknya, sistem ini juga jadi peluang baru buat developer lokal. Dengan rating yang jelas dan terstruktur, game buatan Indonesia bisa tampil lebih meyakinkan saat masuk pasar global. Label usia bikin kepercayaan naik dan buka ruang eksperimen yang lebih aman.
Baca Juga:Gosip Panas! Disney Kepincut Epic GamesSiap-Siap! Harga Konsol Next-Gen Bisa Rp17 Juta
Tapi, yang namanya mesin baru, pasti belum mulus. Di Steam, label IGRS memang udah terpasang di beberapa game untuk akun Indonesia, tapi masih acak-acakan. Ada game yang udah dapat rating, ada juga yang masih kosong, bahkan ada yang malah dikasih klasifikasi aneh.
Beberapa game terkenal kayak Persona 5, Yakuza: Like a Dragon, The Sims 4, sampai Clair Obscur: Expedition 33 malah muncul dengan label “Not Fit Distribution”. Ini langsung bikin gamer bertanya-tanya. Banyak yang kira game itu dilarang di Indonesia, padahal belum ada penjelasan resmi tentang maksud label tersebut.
Kebingungan lain datang dari proses pengajuan rating yang masih ribet dan manual. Developer atau publisher harus urus rating satu per satu, sedangkan nggak semua punya tim di Indonesia. Akibatnya, banyak game akhirnya nggak dapat rating, cuma gara-gara urusan administrasi.
Sampai sekarang, pemerintah belum juga kasih penjelasan detail soal mekanisme dan arti label-label baru di platform. Situasinya terasa kayak puzzle yang masih kurang beberapa keping. Potensi sistem ini besar, tapi perlu dirapikan biar nggak bikin gamer salah paham.
Kalau proses dan distribusi rating bisa diperbaiki, IGRS bisa jadi fondasi kuat buat industri game Indonesia ke depannya. Sekarang tinggal tunggu, seperti apa langkah selanjutnya sambil gamer Indonesia terus mantau setiap perubahannya. (*)
