Perajin Tempe di Bekasi “Ciutkan” Ukuran Akibat Harga Kedelai Naik

Kedelai Naik
ILUSTRASI: Para perajin terpaksa mengecilkan ukuran tempe yang dijual ke pasaran, Imbas naiknya harga kedelai. -freepik-
0 Komentar

KBEonline.id, BEKASI – Kenaikan harga kedelai impor terus menekan pelaku usaha kecil, khususnya perajin tempe di Kabupaten Bekasi. Untuk menyiasati lonjakan biaya produksi, para perajin terpaksa mengecilkan ukuran tempe yang dijual ke pasaran.

Salah satu perajin tempe di Kecamatan Serang Baru, Sukhep, mengatakan harga kedelai saat ini telah mencapai Rp10.900 per kilogram. Angka tersebut naik dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram.

“Kalau biasanya 1 kuintal kedelai harganya Rp1 juta, sekarang sudah tembus Rp1 juta 90 ribu,” ujar Sukhep kepada Cikarang Ekspres, Minggu (5/4).

Baca Juga:Lebaran Bekasi Jadi Benteng Budaya, Butuh Anggaran Rutin Tiap Tahunnya, Begini Penjelasan Plt Bupati AsepRekomendasi Laptop Gaming Terbaik April 2026: Performa Cepat, Spek Gahar, Bisa Main Game AAA dan Editing

Sukhep mengungkapkan, lonjakan harga kedelai ini sudah terjadi sejak sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia juga menambahkan bahwa harga kedelai terus berfluktuasi setiap kali pasokan baru tiba.

“Pokoknya setiap kali turun dari truk, harga naik Rp10 ribu per kuintal. Besok juga bisa saja naik lagi Rp10 ribu,” tambahnya.

Tak hanya kedelai, bahan pendukung seperti plastik pembungkus juga mengalami kenaikan harga. Plastik yang biasanya dibeli seharga Rp270 ribu per rol kini melonjak menjadi Rp380 ribu. Kenaikan ini diduga disebabkan oleh ketergantungan pada bahan baku biji plastik impor.

Sukhep menduga situasi global, termasuk konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, menjadi salah satu penyebab kenaikan harga bahan baku. “Infonya sih efek dari konflik di Timur Tengah,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, Sukhep memilih untuk tidak menaikkan harga tempe yang diproduksinya. Sebagai gantinya, ia memutuskan untuk memperkecil ukuran tempe agar tetap dapat bertahan di tengah lonjakan biaya produksi.

“Mungkin ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain naik pada naik, bisa juga harga naik Pak. Yang jelas kalau keadaan kayak gini produksi juga bisa turun karena ukuran tempe nyusut,” tandas Sukhep. (Iky)

0 Komentar