Roblox dan Steam sekarang pakai sistem rating IGRS di Indonesia

Roblox dan Steam sekarang pakai sistem rating IGRS di Indonesia
Roblox dan Steam sekarang pakai sistem rating IGRS di Indonesia
0 Komentar

Tapi di lapangan, kadang rating bikin gamer geleng-geleng. PUBG: Battlegrounds malah dapat rating 3+ padahal ada interaksi daring, nggak ada keterangan soal kekerasan. Sebaliknya, Dota 2 justru dikasih rating 18+ gara-gara ada elemen adiktif dan horor.

Contoh lain: Balatro dapat rating 3+ tanpa keterangan detail, sedangkan Umamusume: Pretty Derby malah dapat 18+ cuma karena elemen simulasi yang mirip judi.

Grand Theft Auto V sekarang statusnya Not Fit for Distribution alias dianggap nggak layak edar, tapi faktanya masih bisa dibeli di Indonesia. Game lain yang bertema dewasa, kayak Girls’ Frontline, juga kena kasus serupa, sedangkan Snowbreak masih bertahan di rating 18+.

Baca Juga:8 Game Populer yang Dianggap Tak Layak oleh IGRSIGRS Masuk ke Steam, Banyak Game Terancam Gagal Rilis di Indonesia

Masalah kayak gini biasanya gara-gara dua hal. Pertama, data dari Valve belum lengkap. Kedua, sistem otomatis rating masih belajar, jadi kadang hasilnya “loncat” dari ekspektasi.

Solusinya? Developer bisa ajukan rating sendiri langsung ke IGRS supaya label usia game benar-benar pas dengan kontennya.

Intinya, langkah ini nunjukin industri game di Indonesia lagi berkembang. Regulasi mulai disusun lebih rapih, walaupun implementasinya masih penuh tantangan. Nanti kalau sistem makin stabil dan data sudah sinkron, rating usia ini bakal jadi petunjuk yang beneran berguna, bukan cuma angka. (*)

0 Komentar