Ironisnya, saat jajaran pimpinan daerah seperti bupati, wakil bupati, sekretaris daerah (sekda), hingga para asisten daerah (asda) telah siap mengikuti briefing, justru banyak peserta yang belum menunjukkan kesiapan. Kondisi ini semakin memicu kekecewaan orang nomor satu di Karawang tersebut.
Sebelum insiden ini, dalam apel yang digelar pada hari yang sama, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan arahan strategis terkait kebijakan efisiensi energi dan transportasi di lingkungan Pemkab Karawang.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan program penghematan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat, sekaligus mendorong perubahan budaya kerja ASN yang lebih hemat dan efektif.
Baca Juga:The Daun Cafe di Puncak Bogor Tawarkan Panorama Alam 360 DerajatBau Tak Sedap di Balik Buku Sekolah, PMII Karawang Peringatkan Potensi Korupsi
Aep juga mengapresiasi ASN yang telah mulai menerapkan kebijakan tersebut, seperti penggunaan transportasi umum, berbagi kendaraan, hingga memanfaatkan moda alternatif guna menekan konsumsi bahan bakar.
“Yang pertama kami ucapkan terima kasih kepada seluruh ASN Kabupaten Karawang yang sudah mengindahkan surat edaran. Kita harus menjadi contoh teladan, dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Dalam implementasinya, kendaraan dinas para pejabat disimpan di pool dan penggunaannya diatur bersama. Sejumlah pejabat mulai beralih menggunakan kendaraan yang lebih hemat energi. Bahkan, Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menggunakan kereta api dari Cikampek menuju Karawang sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut.
Selain itu, Pemkab Karawang juga mulai menerapkan sistem kerja fleksibel, termasuk work from home (WFH), tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Untuk menjaga disiplin, sistem absensi berbasis lokasi (share location) serta pemantauan kinerja oleh BKPSDM diberlakukan secara ketat. Evaluasi rutin juga dilakukan guna memastikan produktivitas ASN tetap terjaga.
Dari sisi anggaran, Aep mengungkapkan potensi penghematan cukup signifikan. Untuk lingkup staf saja, efisiensi dapat mencapai Rp1 hingga Rp2 miliar, dan berpotensi meningkat jika diterapkan secara menyeluruh.
Namun demikian, kontras dengan semangat efisiensi yang digaungkan, pelaksanaan morning briefing justru diwarnai ketidaksiapan peserta. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan Bupati.
Baca Juga:Persija Tumbang Dramatis atas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persib Bandung Makin Tak TerbendungAnti Capek! Gunung Ini Bisa Didaki Pakai Motor Sampai Puncak!
Aep pun menegaskan bahwa ke depan, evaluasi disiplin ASN akan diperketat, termasuk penerapan sanksi hingga mutasi bagi yang tidak menunjukkan komitmen terhadap kebijakan dan arah reformasi birokrasi di Kabupaten Karawang.
