Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Naik Drastis Hingga 40 Persen

Harga Plastik Naik Drastis
Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Naik Drastis Hingga 40 Persen. (iStock)
0 Komentar

KBEonline.id – Harga plastik mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sejak awal April 2026, harga berbagai jenis kemasan, mulai kantong kresek, mika makanan, hingga cup minuman, dilaporkan naik hingga 40 persen, memukul pedagang dan masyarakat.

Harga berbagai jenis plastik, khususnya HDPE dan PP, mengalami lonjakan signifikan dan terjadi secara bertahap hampir setiap hari.

Salah satu pedagang plastik di Pasar Minggu Palimanan, Hasbi mengatakan, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak awal puasa dan terus berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga:Wabup Karawang Ngantor Naik Kereta, Dukung Kebijakan Irit BBM dan Pembatasan Kendaraan DinasEnak Amat Ya? TPP Pejabat Pemkab Bekasi hingga Rp 40 Juta Tetap Cair Saat WFH

“Benar ada kenaikan. Dari awal puasa itu naiknya berangsur, hampir setiap hari selalu ada kenaikan,” ujar Hasbi saat ditemui awak media, Minggu 5 April 2026.

Dijelaskannya, plastik jenis HDPE, terutama yang berkualitas bening, menjadi salah satu yang paling terdampak.

Selain itu, plastik jenis PP juga mengalami kenaikan tajam, bahkan kini harganya relatif merata di semua ukuran.

Menurutnya, kenaikan harga plastik tersebut berkisar sekitar 40 persen dari harga normal. Sebelumnya, harga plastik berada di kisaran Rp25 ribu.

Namun kini, untuk plastik jenis PP, seluruh ukuran dijual dengan harga sekitar Rp42 ribu.

“Kita sampai harus menghafal harga terbaru, karena sering naik. Jadi kadang lupa harga normalnya berapa,” katanya.

HDPE atau high-density polyethylene sendiri merupakan jenis plastik yang dikenal kuat, tebal, dan tahan lama sehingga banyak digunakan untuk kantong kresek dan wadah yang membutuhkan daya tahan tinggi.

Baca Juga:Lagi Tayang! Ini Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2025/26Perajin Tempe di Bekasi “Ciutkan” Ukuran Akibat Harga Kedelai Naik

Sementara itu, PP (polypropylene) memiliki karakter lebih ringan, lentur, dan cenderung bening, sehingga banyak dimanfaatkan untuk kemasan makanan seperti mika, thinwall, gelas plastik, dan berbagai jenis wadah lainnya.

Kondisi ini sejalan dengan yang terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kenaikan harga plastik disebut dipicu oleh konflik global yang berdampak pada pasokan bahan baku, mengingat sebagian besar material plastik masih bergantung pada impor dan turunan minyak bumi.

“Informasinya karena konflik, bahan bakunya impor, jadi ikut terdampak,” ungkap Hasbi.

Kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga berpotensi membebani pelaku usaha kecil yang bergantung pada kemasan plastik.

0 Komentar