Genshin Impact Ubah Segalanya, Dev Endfield Kewalahan

Genshin Impact Ubah Segalanya, Dev Endfield Kewalahan
Genshin Impact Ubah Segalanya, Dev Endfield Kewalahan
0 Komentar

KBEOnline.id – Genshin Impact benar-benar mengubah segalanya. Ketika game itu muncul di 2020 dan langsung bikin geger dengan visual dan dunia yang super luas, semua developer seolah dipaksa naik kelas. Berkat ledakan Genshin, industri gacha jadi arena persaingan game-game bertaraf AAA—skala besar, visual memukau, dunia open world, pokoknya semuanya harus wow.

Di tengah persaingan itu, Hypergryph nggak mau ketinggalan. Mereka hadir dengan Arknights: Endfield, proyek ambisius yang diharapkan jadi penantang baru. Tapi ya, prosesnya ternyata nggak semulus kelihatannya. Waktu diwawancarai GamesRadar di Game Developers Conference, Ryan—lead developer di Hypergryph—sampai bilang adaptasi ke standar baru itu berat banget.

Sekarang, pasar game gacha, apalagi yang open-world, makin padat. Pemain juga makin cerdas. Mereka sudah biasa jalan-jalan di dunia game ribuan jam, ngerti pola konten, dan tahu persis kapan game mulai terasa monoton. Dulu visual keren dan dunia luas cukup buat menarik perhatian, tapi sekarang sudah biasa. Harus ada yang lain.

Baca Juga:Anime The Detective Is Already Dead Dapat Game di SwitchRESMI! Steam Hapus IGRS Gara-Gara Diamuk Gamer Indonesia

Makanya, Hypergryph berusaha keluar dari pakem. Endfield dibikin punya elemen unik, kayak sistem factory builder yang benar-benar beda dari kebanyakan gacha lain. Ini jadi semacam “bumbu spesial” di tengah persaingan yang makin mirip satu sama lain.

Memang, Endfield akhirnya punya identitas kuat. Tapi, nggak semua gamer suka. Ada yang malah capek sama factory builder, terutama yang lebih suka eksplorasi santai ala RPG open world. Jadi, nggak semua langsung jatuh cinta.

Ada juga masalah pacing. Seperti gacha modern lainnya, early game Endfield terasa lambat, kurang menggigit. Baru seru kalau udah masuk area seperti Wuling, dan progres sudah jauh. Potensi sesungguhnya baru kelihatan setelah main agak lama.

Intinya, sekarang developer di era setelah Genshin harus hadapi dua tantangan besar: harus bikin game besar plus beda dari yang lain. Dan mencari keseimbangan antara keduanya jelas bukan perkara mudah. Kadang, kayak puzzle yang belum ada jawabannya. (*)

0 Komentar