Kerap Dikaitkan dengan Mitos Mistis, Ternyata Keberadaan Burung Gereja Justru Jadi Sinyal Baik Bagi Lingkungan

ilustrasi Burung Gereja
Kerap Dikaitkan dengan Mitos Mistis, Ternyata Keberadaan Burung Gereja Justru Jadi Sinyal Baik Bagi Lingkungan. (pinterest)
0 Komentar

KBEonline.id – Burung gereja sering kali dikaitkan dengan pertanda buruk atau mitos tertentu. Padahal, secara fakta uniknya, burung gereja ada kaitannya dengan indikator bagi lingkungan lho!

Apa itu?

Dikutip dari akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, konon keberadaan burung gereja bisa menjadi indikator kebersihan udara di lingkungan tersebut.

Jika ada burung gereja yang berkeliaran di sekitar kita, berarti lingkungan kita udaranya cukup bersih.

Baca Juga:Promo Indomaret Terbaru 6-12 April 2026, Yuk Serbu Gentle Gen Deterjen Cair Cuma Rp13 Ribuan!Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Naik Drastis Hingga 40 Persen

Hal Ini dapat menjadi indikator sederhana karena burung gereja tidak alergi dengan keberadaan manusia di sekitarnya.

Fakta Unik Burung Gereja

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian burung gereja, maka disetiap tanggal 20 Maret ditetapkan sebagai hari Burung Gereja Se-Dunia dikutip dari Mongabay.

Penetapan ini diinisiasi oleh Nature Forever Society dari India, berkolaborasi dengan Eco-Sys Action Foundation dari Prancis.

Selain itu dukungan beberapa organisasi nasional dan internasional lainnya di seluruh dunia turut mencetus ditetapkan hari Burung Gereja Se-Dunia.

Hal tersebut diinisiasi karena di sejumlah negara populasi burung gereja terus mengalami penurunan cukup tajam setiap tahunnya.

Penyebabnya, burung ini mulai kehilangan habitatnya, dimangsa predator seperti kucing, penggunaan peptisida secara berlebihan dan juga polusi udara.

Burung yang dikenal juga dengan sebutan tree sparrow ini merupakan burung yang paling sering dijumpai di lingkungan sekitar manusia.

Di Indonesia, sub spesies yang paling populer yaitu Passer montanus-malaccensis.

Baca Juga:Wabup Karawang Ngantor Naik Kereta, Dukung Kebijakan Irit BBM dan Pembatasan Kendaraan DinasEnak Amat Ya? TPP Pejabat Pemkab Bekasi hingga Rp 40 Juta Tetap Cair Saat WFH

Sedangkan sarangnya biasa dibuat di dalam rongga yang alami, biasanya di sebuah lubang yang ada di sebuah bangunan rumah, masjid, maupun lainnya.

Banyak orang yang terkecoh dan menganggap jenis yang tersebar luas di dunia ini berasal dari suku Ploceidae (manyar dan pipit).

Padahal, burung-burung gereja erasia masuk dalam suku Passeridae (burung gereja).

Memang ada kemiripan suku Plocidae dan Passeridae, yaitu sama-sama mungil, berekor pendek, berparuh tebal-pendek, dan sama-sama Passeriformers. Bedanya karena urusan genetik.

Suku Passeridae yang awalnya ditempatkan sebagai anak suku, kini sejajar dengan Plocidae

Burung gereja (Passeridae) adalah genus bagi burung-burung kecil yang populer sejak ribuan tahun.

0 Komentar