Kubu Fadel dan Kubu Alm Emay Sama-sama Gelar Muskab, Dualisme Kadin Karawang Makin Ruwet

kadin
ilustrasi kbe
0 Komentar

KBEonline.id- Dualisme kepengurusan di Kamar Dagang Industri (Kadin) di Karawang makin berbuntut panjang ditandai dengan rencana digelarnya muskab dengan agenda pemilihan ketua pada dua kelompok berbeda.

Kubu Kadin Fadludin Damanhuri dengan ketua saat ini Sari Marliani sedang membuka pendaftaran calon ketua. Begitupun Kadin kelompok Almarhum Emay Ahmad Maehi yang kini diketuai Aris Susanto juga sedang membuka pendaftaran calon ketua.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang versi Almaruhum Emay, Ace Sudiar menegaskan, posisi Ketua Dewan Pengurus harian yang ditinggalkan almarhum kini diisi Aris Susanto. Kepada awak media, Aris menuturkan, agenda strategis Musyawarah Kabupaten (Mukab) tetap digelar dalam waktu dekat.

Baca Juga:Mal KCP Karawang Terbakar, Pengunjuk Panik Berhamburan Keluar, 4 Orang TerlukaTeror Siram Air Keras Mengkhawatirkan, Polisi Imbau Warga Kabupaten Bekasi Pasang CCTV di Area Pemukiman 

“Mukab jalan terus bulan ini, sesuai rencana. Tidak ada penundaan. Adapun panitia sebelumnya yang akan menyelenggarakan mukab yakni, Ketua SC, Agus Rivai dan Ketua OC nya Rudi BG,” tegas Aris.

Di sisi lain, kelompok Kadin versi Fadludin Damanhur cs yang diketua Sari Marliani juga sedang membuka pendaftaran bursa calon ketua Kadin. Beberapa nama dikabarkan sudah mendaftarkan diri menjadi calon ketua Kadin kelompok ini. Di antaranya Arif Dianto, Rafiudin Firdaus dan Sari Marliani sendiri yang dikabarkan juga bakal maju lagi mendaftarakan diri menjadi calon ketua.

Rafiudin Firdaus pada saat mendaftarkan diri, datang bersama tim yang terdiri dari pengusaha muda dan aktivis lintas sektor. Kedatangannya disambut Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musyawarah Cabang (Muscab) KADIN Karawang kelompok Fadludin cs.

Ia menyebut, pencalonannya merupakan bentuk komitmen untuk mendorong kemajuan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

“Ini bukan sekadar langkah pribadi, tetapi bentuk tanggung jawab untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Karawang dan mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Kondisi menjadi pelik bukan hanya lantaran adanya dualisme kepengurusan. Tapi ditambah juga dengan dua kelompok yang saling klaim sah dan legal tersebut menggelar muskab di waktu yang bakal bersamaan. Di sisi lain, muskab di masing-masing kelompok dipastikan mempunyai dinamika yang ditaksir bakal panas.

0 Komentar