Sementara kedua kelompok kadin dan masing-masing calon ketua dari dua kelompok berbeda pun menyadari memerlukan sinergitas dengan pemerintah daerah. Pantauan awak media, kondisi tersebut membuat bukan hanya dua kelompok Kadin yang berebut simpati kepala daerah, tapi masing-masing calon ketua di dua kelompok berbeda ini pun bakal saling klaim mendapat dukungan dari kepala daerah.
Sekadar informasi, dualisme kepengurusan Kadin Karawang merupakan imbas dari dualisme kepenguruan yang terjadi di tingkat provinisi dan saat ini masih bersengketa di tingkat pengadilan.
Belum adanya keputusan hukum inkrah di tingkat pengadilan membuat peta di daerah menjadi makin kusut ditambah lagi dengan dibukanya pemilihan ketua tingkat daerah, di dua versi Kadin yang sedang saling klaim sah dan legal pada waktu yang bersamaan. (bbs/mhs)
