Inilah 5 Mindset yang Wajib Kamu Punya Biar Bisnismu Naik Kelas

Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beauty
Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beauty
0 Komentar

Jangan Lelah Belajar dan Memperkaya IlmuBagi pelaku UMKM, mengikuti pelatihan bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka akses ke mentor, komunitas, dan cara berpikir baru dalam mengembangkan bisnis secara lebih strategis.

Inne Viryani, misalnya. Setelah mengikuti program SisBerdaya tahun 2023, ia mengaku mendapatkan wawasan bisnis baru yang membantu mengembangkan usahanya.

Alhasil, penjualan per bulan bisnis Riasafood miliknya tumbuh hingga 130 persen, dengan produksi per bulan naik hingga 14 persen.

Baca Juga:SMPN 3 Cikarang Pusat Pastikan TKA Berjalan Tanpa KendalaRawan Ganggu Kegiatan Ekonomi dan Kenyamanan Investasi, Polisi Jaga Ketat Demo Aparat Desa di Kawasan Industri

Perbanyak Relasi, Perluas Peluang

Selain mengikuti program pelatihan, berjejaring menjadi salah satu kunci penting untuk tumbuh. Partisipasi dalam komunitas dan bazar dapat membuka akses ke pasar yang lebih luas, peluang kolaborasi, hingga dukungan sesama pelaku usaha.

Hal ini dirasakan oleh Eka Shandy Andi Ishak, pemilik diTUTA asal Sulawesi, yang berfokus pada produk kerajinan tangan, sekaligus juara SisBerdaya tahun 2023.

Selain tergabung dalam komunitas SisBerdaya, ia kini juga aktif dalam komunitas wirausaha di wilayahnya, seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang membuatnya semakin semangat dalam membangun usaha.

Usaha Kecil pun Bisa Menciptakan Dampak Berarti

Jika dikelola dengan serius, UMKM bisa menciptakan dampak yang melampaui skala bisnis itu sendiri dalam menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang bagi komunitas sekitar, hingga mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan.

Contohnya Hj. Nurlaela, salah satu juara SisBerdaya 2025. Lewat Cantika Sabbena, ia melahirkan brand kain khas Soppeng yang mempromosikan warisan budaya Bugis melalui motif tradisional yang khas.

“Saat ini, 90 persen karyawan saya perempuan karena saya ingin menciptakan ruang untuk sesama wanita bisa bertumbuh.

Dalam pembuatan kain pun, Cantika Sabbena memakai limbah kain. Jadi kalau ada niat, kita bisa menggabungkan pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, dan sustainability,” katanya.

Baca Juga:Polisi Ubrak-abrik Kampung Tramadol di Cikarang Utara, Dua Orang Ditangkap yang Lainnya KaburRafiudin, Tim Tenaga Ahli Cellica  yang Nyalon Ketua Kadin Karawang Kubu Fadel

Tekun dan Konsisten, Kunci yang Sering Terlupakan

Di balik semua strategi, ada satu hal yang selalu muncul dalam setiap cerita UMKM yang berhasil, yakni ketekunan. Tidak sedikit pelaku usaha yang memulai dari nol dengan segala keterbatasan.

Namun, konsistensi dalam menjalankan usaha, terus belajar, dan beradaptasi menjadi faktor penentu kesuksesan usaha.

0 Komentar