Pengalaman Rani Mei Lestari adalah salah satu contohnya. Penyandang paraplegia ini mendirikan DISPROMAN Laundry, sebuah layanan cuci kiloan hingga perawatan pakaian berkualitas tinggi.
Yang lebih menginspirasi, juara 3 DisBerdaya 2025 ini turut membuka peluang bagi perempuan disabilitas lainnya untuk dilatih, diberdayakan, dan dihargai.
Bagi Rani, setiap cucian bukan sekadar pakaian bersih, tapi juga cara mencuci stigma, melipat harapan, dan mengangkat martabat.
Baca Juga:SMPN 3 Cikarang Pusat Pastikan TKA Berjalan Tanpa KendalaRawan Ganggu Kegiatan Ekonomi dan Kenyamanan Investasi, Polisi Jaga Ketat Demo Aparat Desa di Kawasan Industri
Dorong Lebih Banyak Perempuan untuk Tumbuh Lewat SisBerdaya dan DisBerdaya 2026
Untuk mendorong UMKM perempuan naik kelas, DANA dan Ant International Foundation kembali menghadirkan SisBerdaya dan DisBerdaya 2026: Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan.
“Dalam tiga tahun terakhir, program SisBerdaya dan DisBerdaya telah menjangkau ~9.000 UMKM dan ~600 UMKM menerima penghargaan.
Program ini kembali kami selenggarakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Kami akan memberikan beberapa kurikulum baru untuk peserta terpilih tahun ini, termasuk salah satunya adalah pembekalan gaya hidup finansial sehat. Tujuannya agar mereka tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi memastikan usahanya berkelanjutan.
Di akhir acara, kami juga akan mendorong 30 finalis untuk berpartisipasi dalam salah satu bazar ternama di Jakarta,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA.
Tahun ini, SisBerdaya dan DisBerdaya menargetkan total partisipasi hingga 6.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia, naik 20 persen dari tahun sebelumnya. DisBerdaya juga hadir lebih inklusif dengan menjangkau berbagai wilayah di luar Jawa.
Ini dimungkinkan berkat adanya kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia. “Perempuan Indonesia punya potensi besar sebagai penggerak ekonomi, termasuk melalui UMKM.
Lewat SisBerdaya dan DisBerdaya, kami melihat bagaimana peserta diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan usahanya. Kami mengapresiasi komitmen DANA karena sejalan dengan upaya kami dalam memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Veronica Tan, Wakil Menteri PPPA Republik Indonesia.
Baca Juga:Polisi Ubrak-abrik Kampung Tramadol di Cikarang Utara, Dua Orang Ditangkap yang Lainnya KaburRafiudin, Tim Tenaga Ahli Cellica yang Nyalon Ketua Kadin Karawang Kubu Fadel
“Dengan mendukung wirausaha dan pemilik usaha perempuan melalui akses terhadap teknologi serta pengetahuan bisnis, dampaknya tidak hanya berhenti pada peningkatan pendapatan, tetapi juga meluas pada kesejahteraan keluarga dan penciptaan lapangan kerja. Kami bangga dapat terus mendukung program bermakna ini bersama DANA dan para mitra ekosistem lokal, untuk memberdayakan lebih banyak usaha yang dipimpin perempuan agar dapat berkontribusi pada ekonomi digital Indonesia, sekaligus menjadi fondasi menuju masa depan dunia usaha yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan dinamis,” tambah Wilson Siahaan, Senior Director, Government Affairs and Strategic Development for Indonesia and Philippines, Ant International.
