Momen Perkuat Ekonomi Kreatif, WTCA Dorong Peran Seni dan Budaya sebagai Instrumen Diplomasi Bisnis

Ida art
Art at Jakarta diselenggarakan bersama kurator dan penyelenggara ISA Art & Design
0 Komentar

Pameran “Sandang Sanding Agraria” menampilkan tradisi tekstil agraria dari Tuban, Jawa Timur, melalui karya Tenun Gedog dan Batik Tuban.

Kedua tradisi ini merepresentasikan hubungan erat antara manusia dan alam, termasuk siklus pertanian, kesadaran lingkungan, serta keterampilan kerajinan yang banyak dikembangkan oleh perempuan.

Melalui pameran ini, masyarakat urban diajak untuk melihat kembali asal-usul, nilai, serta keberlanjutan produksi tekstil dalam konteks sistem perdagangan global.

Baca Juga:Inilah 5 Mindset yang Wajib Kamu Punya Biar Bisnismu Naik KelasSMPN 3 Cikarang Pusat Pastikan TKA Berjalan Tanpa Kendala

Managing Director WTC Jakarta, William Chai, menjelaskan bahwa Art at WTC merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang untuk mengintegrasikan seni dan budaya ke dalam kawasan WTC Jakarta, sekaligus menjadikan ruang publik di kompleks tersebut sebagai platform dialog, refleksi, dan koneksi lintas sektor dalam lingkungan bisnis internasional.

“Pameran Sandang Sanding Agraria menjadi contoh bagaimana program budaya di kawasan perdagangan dapat menciptakan keterlibatan yang bermakna antara sistem wawasan lokal dengan audiens internasional,” ujar Chai.

Pendekatan yang dilakukan WTC Jakarta juga sejalan dengan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif Indonesia, di mana seni dan budaya semakin dipandang sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas peluang perdagangan.

Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan sektor seni untuk mendukung perdagangan. Hal ini tercermin dari perkembangan industri kreatif nasional yang terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian, dengan pertumbuhan sebesar 5,69% dan nilai ekspor mencapai US$12,89 miliar. Perkembangan ini juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap seni. Berbagai pameran seni kontemporer berskala internasional seperti ArtJog, Art Jakarta, Art Moment, dan Art Subs.

Di sisi lain, karya seniman Indonesia juga semakin mendapat perhatian di pasar global. Salah satunya, seniman I Nyoman Masriadi, mencatat sejarah sebagai seniman Asia Tenggara pertama yang karyanya terjual lebih dari US$1 juta di Sotheby’s Hong Kong.

Seniman Eko Nugroho juga berhasil menggelar pameran di berbagai institusi seni internasional seperti Mori Art Museum dan Palais de Tokyo, dengan karya yang mencakup mural, bordir, hingga street art.

Menuju WTCA Global Business Forum 2026

0 Komentar