Kemkomdigi Serius Usut Kisruh Rating Game IGRS di Steam

Kemkomdigi Serius Usut Kisruh Rating Game IGRS di Steam
Kemkomdigi Serius Usut Kisruh Rating Game IGRS di Steam
0 Komentar

KBEOnline.id – Drama soal rating game Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam ternyata belum kelar. Setelah ramai klarifikasi soal bug dan miskomunikasi, sekarang giliran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) turun tangan lebih dalam. Mereka nggak main-main—langsung melakukan investigasi menyeluruh.

Masalahnya, mereka nemuin banyak kasus label usia yang nggak sesuai sama konten gamenya. Ini jelas bikin pusing, terutama buat para orang tua yang ngandelin rating buat nentuin anaknya boleh main atau nggak.

Investigasinya juga nggak tanggung-tanggung. Kemkomdigi benar-benar ngebongkar semua proses, mulai dari cara klasifikasi dilakukan di platform, bagaimana data dan input dari developer diproses, sampai alur distribusinya sebelum rating akhirnya muncul di publik.

Baca Juga:Soal IGRS, Steam Akui Salah Paham dan Minta MaafFitur Mirip AirDrop Bakal Hadir di Galaxy Lama

Tujuan mereka tegas: cari akar masalah, bukan cuma tambal-tambal di permukaan.

Buat mempercepat proses ini, Kemkomdigi langsung buka komunikasi intensif sama Valve Corporation. Mereka sekarang aktif tukeran info biar ke depannya sistem klasifikasi bisa lebih rapi dan akurat.

Selain ngecek teknis, Kemkomdigi juga turun langsung meninjau game-game yang dianggap “bermasalah.” Jadi, mereka bandingin lagi konten game dengan rating yang sudah ngejreng di sana, lalu dievaluasi, perlu diubah nggak tuh klasifikasinya.

Sonny Hendra Sudaryana bilang, label usia itu bukan cuma tempelan doang, tapi alat penting buat lindungi konsumen. Fokus utamanya jelas—biar orang tua nggak asal tebak dan anak-anak cuma main game yang sesuai umur mereka.

Dia juga ngomongin soal regulasi ini sebagai bagian dari usaha bikin ekosistem digital di Indonesia lebih sehat. Kalau standarnya jelas, konsumen nggak harus menebak isi game cuma dari judul atau covernya saja.

Jujur, kasus ini tuh kayak stress test buat sistem IGRS. Di atas kertas terlihat kinclong, tapi begitu ketemu kenyataan di platform global yang datanya segudang, keruwetannya langsung kebuka.

Sekarang, semuanya tinggal nunggu hasil evaluasi. Kalau investigasi ini membuahkan perbaikan nyata, sistem rating game Indonesia bisa makin terpercaya. Tapi kalau nggak ditangani serius, siap-siap aja masalah yang sama bakal terulang di masa depan. (*)

0 Komentar