kbeonline.id – Madura United akan menjalani sisa musim BRI Super League 2025-2026 dengan nuansa berbeda. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini dipastikan berpindah markas ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB) untuk empat laga kandang terakhir mereka.
Keputusan ini tentu menarik, apalagi di fase kompetisi yang sedang genting. Empat pertandingan tersebut akan mempertemukan Madura United dengan Persik Kediri (11 April), Dewa United (25 April), Bali United (5 Mei), serta PSM Makassar.
Persiapan Venue yang Tak Sederhana
Ketua Panitia Pelaksana, Moh Alwi, memastikan bahwa perpindahan ini sudah direncanakan dengan matang. Namun, prosesnya tidak semudah memindahkan lokasi begitu saja.
Baca Juga:Jadwal Super League Pekan ke-27: Super Big Match Menanti, Persib Hadapi Bali United di Laga KrusialJulio Cesar Pilih Fokus Laga Terdekat, Persib Tak Mau Hitung-hitungan Gelar
Stadion Gelora Bangkalan sudah cukup lama tidak digunakan untuk pertandingan Super League, sehingga ada sejumlah aspek yang harus dibenahi. Mulai dari fasilitas hingga standar teknis, semuanya harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Bahkan, panpel juga harus memindahkan berbagai perlengkapan dari Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan di Pamekasan ke Bangkalan. Bisa dibilang, ini seperti “pindahan rumah” di tengah musim—cukup merepotkan, tapi perlu dilakukan.
Harapan Besar dari Dukungan Suporter
Di balik keputusan ini, ada harapan besar terhadap dukungan suporter. Madura United dikenal punya basis fans yang kuat, tidak hanya dari wilayah Madura, tapi juga dari Surabaya dan sekitarnya.
Dengan lokasi baru di Bangkalan, diharapkan akses penonton menjadi lebih luas dan jumlah suporter yang hadir semakin banyak. Dukungan langsung dari tribun jelas bisa memberi suntikan energi tambahan bagi pemain.
Situasi Klasemen yang Mengkhawatirkan
Saat ini, kondisi Madura United memang belum ideal. Dari 26 pertandingan yang sudah dijalani, mereka baru mengoleksi 20 poin dan masih berada di zona degradasi.
Dari total laga tersebut, 13 pertandingan kandang sebelumnya dimainkan di Pamekasan. Kini, empat laga sisa di Bangkalan akan jadi penentu nasib mereka di kompetisi tertinggi Indonesia musim ini.
Kalau diibaratkan, ini seperti “empat final terakhir” yang tak boleh gagal. Sedikit saja terpeleset, risikonya bisa sangat besar.
Baca Juga:Persija Tumbang dari Bhayangkara FC, Mauricio Tegaskan Tim Belum MenyerahHasil Super League: Drama Penalti dan Gol Dianulir, Persik Gagal Amankan Kemenangan
Misi Bertahan di Liga
Perpindahan ke SGB bukan sekadar perubahan lokasi, tapi juga bagian dari upaya menyelamatkan musim. Dengan atmosfer baru dan harapan dukungan lebih besar, Madura United berharap bisa bangkit dan keluar dari tekanan.
