Soal IGRS, Steam Akui Salah Paham dan Minta Maaf

Soal IGRS, Steam Akui Salah Paham dan Minta Maaf
Soal IGRS, Steam Akui Salah Paham dan Minta Maaf
0 Komentar

KBEOnline.id – Beberapa hari terakhir, gamer Indonesia benar-benar dibuat bingung. Bayangkan, tiba-tiba muncul rating aneh dari Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam. Game yang tadinya khusus dewasa malah jadi cocok untuk anak-anak usia tiga tahun, sementara game besar justru dicap “tidak layak distribusi.” Rasanya seperti sistem yang belum matang tapi sudah dipaksakan tampil.

Begitu masalah ini viral, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung angkat bicara. Katanya, ada miskomunikasi dari pihak platform, dan Steam sendiri sudah meminta maaf. Awalnya memang terdengar seperti drama plot twist — ternyata memang benar, Steam mengakui kesalahan dan menyesali kejadian ini.

Valve, melalui halaman FAQ resmi, akhirnya buka suara. Mereka bilang masalah ini muncul karena gabungan bug teknis dan miskomunikasi saat implementasi sistem rating IGRS. Alhasil, muncul label usia yang ngawur atau malah tidak lengkap.

Baca Juga:Fitur Mirip AirDrop Bakal Hadir di Galaxy LamaDev Endfield Akui Gacha Bikin Bingung, Siap Dirombak

Valve menjelaskan kekacauan ini hanya berlangsung dari 2 sampai 5 April 2026. Memang cuma beberapa hari, tapi dampaknya langsung terasa karena publik sudah keburu melihat informasi yang keliru.

Langkah cepat yang diambil Steam? Mereka langsung menarik semua label rating IGRS di platform. Biar nggak makin membingungkan pengguna Indonesia. Sekarang, sistemnya belum diaktifkan lagi, soalnya masih harus dibenahi dan disinkronkan sebelum benar-benar jalan.

Valve juga cerita, sebenarnya mereka sudah berkomunikasi dengan Komdigi lebih dari dua tahun buat membangun sistem ini. Rencananya, rating game bakal diambil dari data yang diisi developer, lalu disesuaikan dengan regulasi IGRS sebelum tampil ke pengguna.

Cuma, implementasi awalnya belum berjalan mulus. Hasilnya malah bikin pusing, bukannya jadi panduan yang jelas.

Valve menutup pernyataan dengan permintaan maaf ke gamer Indonesia atas semua kekacauan ini. Untuk sekarang, rating game di Steam wilayah Indonesia balik pakai PEGI seperti dulu.

Ke depan, integrasi IGRS jelas masih bisa dilanjutkan, tapi butuh banyak perbaikan. Mulai dari sinkronisasi data, validasi sistem, sampai komunikasi antar pihak harus benar-benar matang. Kalau nggak, kejadian kayak gini bisa saja terulang, dan kepercayaan pengguna jadi taruhannya. (*)

0 Komentar