“Jadi, saya juga dengan kawasan, tadi saya sudah bicara, kawasan juga nanti akan saya kumpulkan, 11 kawasan di Kabupaten Bekasi. Kayak Jababeka itu ada 2.000 perusahaan,” ucap Asep.
Asep menjelaskan secara teknis pelaksanaannya akan dibicarakan lebih lanjut agar CSR dapat menyasar langsung kebutuhan fisik yang menunjang fasilitas anak, seperti perbaikan bangunan sekolah. Ia juga berharap kolaborasi antara suara anak sebagai pelopor dan kebijakan pemerintah mampu mempercepat status Kabupaten Bekasi sebagai Kabupaten Layak Anak.
“Saya akan bicara, untuk menutupi nanti APBD kita. Dalam artian bisa saja kan CSR-nya ada di pembangunan. Boleh 100 meter atau 50 meter. Atau membangun sekolahan minimal, atapnya, atau toilet. Nanti kita akan bicarakan untuk menutupi celah-celah yang kurang,” pungkasnya. (Iky)
