KBEonline.id– Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) menyiapkan sejumlah strategi pengembangan sektor pariwisata dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar Kamis (9/4/2026) di Aula Husni Hamid Pemda Karawang.
Kepala Disparpora Karawang, Abas Sudrajat, mengatakan salah satu program prioritas ialah penambahan delapan desa wisata baru pada tahun ini.
Menurut Abas, penambahan tersebut merupakan bagian dari target Rencana Strategis (Renstra) Disparpora yang menargetkan pembentukan 25 desa wisata dalam kurun waktu lima tahun.
Baca Juga:Jaringan Obat Keras Ilegal di Bekasi Terungkap, Ternyata Ini DalangnyaPuskesmas Karawang Buka Layanan Vaksinasi Calon Jemaah Haji, Pastikan Kondisi Kesehatan Calhaj
“Tahun 2025 kemarin sudah ditetapkan delapan desa wisata. Tahun ini rencananya akan ditambah delapan desa lagi untuk mengejar target 25 desa wisata dalam lima tahun,” ujar Abas, Kamis (9/4).
Selain memperluas jumlah desa wisata, Disparpora juga mulai merintis konsep travel pattern atau pola perjalanan wisata untuk memetakan rute kunjungan wisatawan secara terintegrasi di Kabupaten Karawang.
Abas menjelaskan, konsep tersebut akan mengatur alur perjalanan wisatawan mulai dari titik kedatangan, destinasi wisata yang dikunjungi, lokasi kuliner, tempat menginap, hingga jalur kepulangan.
“Wisatawan nanti diarahkan datang ke mana, menginap di mana, makan di mana, lalu kembali ke hotel mana. Jadi pola perjalanannya tertata,” katanya.
Ia menilai Karawang memiliki posisi strategis untuk pengembangan sektor wisata karena berada di jalur penghubung antara Jakarta dan Bandung serta didukung akses transportasi antarkota yang memadai.
Untuk mendukung program tersebut, Disparpora akan terus melakukan pembinaan terhadap destinasi tujuan wisata (DTW) dan desa wisata agar lebih inovatif dalam mengembangkan potensi serta meningkatkan daya tarik kunjungan.
Selain wisata alam dan budaya, lanjut Abas, pihaknya juga tengah mengkaji pengembangan wisata industri sebagai bentuk diversifikasi destinasi wisata di Karawang.
Baca Juga:Plt Bupati Asep Kecewa Musrenbang Pemkab Sepi, Gara-gara Banyak Kepala Desa yang Tidak HadirMember HPCI Karawang Halal Bihalal di Alam Terbuka Leuweung Seluruh Majalaya
“Karawang merupakan daerah industri. Ke depan kami ingin mengembangkan wisata industri agar pelajar maupun masyarakat dapat melihat langsung proses produksi di kawasan industri,” ungkapnya.
Abas menegaskan, seluruh program pengembangan pariwisata tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi daerah.
