Persija Jaga Asa, Tak Mau Menyerah di Sisa Musim

Persija Jakarta
Persija Jaga Asa, Tak Mau Menyerah di Sisa Musim
0 Komentar

kbeonline.id – Perjalanan Persija Jakarta dalam tiga laga terakhir jelas jauh dari harapan. Di saat kompetisi memasuki fase penentuan, justru poin-poin penting terlepas begitu saja.

Dua hasil imbang di kandang—melawan Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1)—ditambah kekalahan 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC jadi catatan yang sulit diterima. Apalagi di fase seperti ini, satu poin saja bisa sangat berharga.

Masalah utama yang kembali terlihat adalah konsistensi. Kadang tampil menjanjikan, tapi belum mampu menjaga performa secara stabil dari satu laga ke laga berikutnya.

Baca Juga:Jelang Big Match, Persib Dapat Tambahan Tenaga di Lini BelakangBali United Penuh Percaya Diri, Siap Uji Kekuatan Persib di GBLA

Kekecewaan Manajemen Tak Terelakkan

Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, tak menutupi rasa kecewanya. Ia menilai hasil dalam tiga pertandingan terakhir benar-benar di luar ekspektasi, terutama karena target besar di akhir musim kini jadi semakin berat.

Dengan hanya delapan laga tersisa di BRI Super League 2025-2026, ruang untuk kesalahan semakin sempit. Namun, Bepe—sapaan akrabnya—masih melihat peluang, meski tidak mudah.

“Secara hitungan, kemungkinan itu masih ada,” kira-kira begitu optimisme yang tetap ia jaga.

Harapan untuk Mental Pejuang

Di tengah situasi yang kurang ideal, manajemen berharap seluruh elemen tim bisa merespons dengan mental yang tepat. Bukan sekadar bermain, tapi benar-benar bertarung di setiap pertandingan.

Bambang menegaskan bahwa Persija sebenarnya punya semua modal untuk bangkit—dari kualitas pemain hingga pengalaman tim. Tinggal bagaimana semua pihak mau memberikan usaha lebih, terutama di momen krusial seperti sekarang.

Pelatih, pemain, hingga ofisial diminta tetap menjaga semangat dan fokus penuh di setiap laga. Karena di titik ini, kehilangan fokus sedikit saja bisa berdampak besar.

Delapan Laga, Delapan Kesempatan

Kalau dipikir-pikir, delapan pertandingan tersisa itu ibarat delapan “kesempatan kedua”. Setiap laga bisa jadi titik balik, atau sebaliknya, jadi penyesalan baru.

Baca Juga:Rekap Pekan ke-26 Super League: Persib Makin Kokoh di Puncak, Bali United MenggilaMadura United Pindah Markas ke Bangkalan, Fokus Selamat dari Degradasi

Persija kini berada di persimpangan: menyerah pada situasi, atau bangkit dan melawan sampai akhir. Dan dari pesan yang disampaikan manajemen, pilihannya jelas—terus berjuang.

0 Komentar