KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Dugaan teror terhadap saksi kunci dalam kasus suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi memunculkan polemik baru. Di satu sisi, Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut adanya indikasi intimidasi hingga pembakaran rumah. Namun di sisi lain, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi justru menemukan indikasi kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Kabar soal dugaan adanya intimidasi yang dialami oleh saksi kunci di kasus suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menyeret nama Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, ramai diberitakan.
Kabar ini muncul dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga anti rasuah tersebut mendapatkan informasi bahwa diduga adanya intimidasi oleh orang tak dikenal terhadap saksi di kasus tersebut.
Baca Juga:Tak Perlu ke Polres! Begini Cara Mudah Perpanjang SIM dari Rumah Secara OnlinePSG Tampil Kejam Tumbangkan Liverpool 2-0, Modal Besar Menuju Semifinal Liga Champions
Bahkan KPK juga menyebut bahwa saksi mendapatkan intimidasi ekstrim hingga pembakaran tempat tinggal atau rumah.
Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa kebakaran yang melanda sebuah rumah makan sekaligus hunian dua lantai diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Petugas Disdamkarnat Kabupaten Bekasi, Hasto, menjelaskan indikasi awal kebakaran berasal dari colokan listrik di dalam kamar. Hal itu terlihat dari pola kerusakan kabel yang terbakar tanpa tanda-tanda pemotongan.
“Kalau konsleting, kabelnya memang terbakar dan tidak ada bekas seperti dipotong. Dari kasat mata, indikasinya ke arah situ,” ujar Hasto kepada Cikarang Ekspres, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, api cukup besar hingga melalap bagian depan bangunan, termasuk kamar di lantai dua. Sejumlah barang seperti lemari, kasur, televisi, kipas angin, dan pakaian tidak dapat diselamatkan.
Proses pemadaman melibatkan tiga unit armada, masing-masing dari Cikarang Utara, bantuan Karawang, serta tambahan dari markas komando. Petugas sempat menghadapi kendala akses air yang jauh dan kondisi lalu lintas yang padat.
“Awalnya laporan rumah makan yang kebakar. Dari Cikarang Utara duluan yang meluncur, lalu dibantu Karawang dan Mako,” katanya.
Baca Juga:Barcelona Tumbang di Kandang! Atlético Madrid Menang 2-0 di Perempat Final Liga ChampionsHati-Hati! Modus Baru di Setu Bekasi: Pesan Es, Lalu Rampas Motor
Hasto juga mengaku tidak mengetahui bahwa lokasi kebakaran tersebut merupakan kediaman saksi kunci dalam perkara korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kami tidak tahu soal itu. Kami hanya menjalankan tugas pemadaman,” tegasnya.
