KBEonline.id – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Karawang kembali menuai apresiasi. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang berhasil meraih peringkat III di tingkat kabupaten, menegaskan konsistensi dalam pengelolaan sektor strategis tersebut.
Capaian ini tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga mencerminkan efektivitas berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pelayanan kepada petani.
Kepala DPKPP Karawang, Rohman, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
Baca Juga:Polres Karawang Ungkap Praktik Curang LPG Subsidi, Potensi Kerugian Negara Hingga Ratusan Juta Rupiah Warga Utan Salak Geger! Pengusaha Tenda Ditemukan Tewas di Dalam Rumah
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan para petani menjadi kunci utama dalam mendorong capaian tersebut.
“Ini merupakan hasil kerja bersama. Tanpa dukungan semua pihak, capaian ini tidak mungkin bisa diraih,” ujarnya, Kamis (9/4).
Rohman menegaskan, penghargaan yang diraih tidak boleh membuat jajaran berpuas diri, melainkan harus menjadi pemacu untuk terus berbenah.
“Peringkat ini harus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, konsistensi dalam menjalankan program menjadi hal penting agar capaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan.
Berbagai upaya terus dilakukan, di antaranya peningkatan produktivitas pangan, pendampingan intensif kepada petani, hingga respons cepat dalam penyaluran bantuan benih dan perbaikan infrastruktur pertanian.
Menurut Rohman, sinergi tersebut memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan pangan, memperkuat ekonomi petani, serta mendorong inovasi di sektor budidaya.
Baca Juga:Kabupaten Layak Anak di Tengah Krisis AnggaranRektor Baru UBP Karawang Dilantik, Budi Rismayadi Siap Perkuat Mutu Akademik dan Riset
DPKPP Karawang juga berhasil meningkatkan hasil panen melalui perbaikan sarana irigasi serta pendampingan berkelanjutan kepada petani di lapangan.
Selain itu, optimalisasi peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) turut menjadi bagian penting dalam memanfaatkan lahan produktif dan menjaga stabilitas harga gabah.
Di sisi lain, penyediaan sarana dan prasarana pertanian terus diperkuat sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan petani.
“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Mereka berperan besar dalam membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ungkapnya.
Ke depan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama yang akan terus didorong guna menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
