Kematian Mengenaskan Bos Tenda Cibitung Masih Misteri, Polisi Terus Buru Jejak Pelaku

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni,
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni,
0 Komentar

“Kemarin saya sempat ketemu, enggak ada tamu. Dia orangnya tertutup, tinggal sendiri,” ucapnya.

Korban diketahui berusia sekitar 60 tahun dan berprofesi sebagai pengusaha tenda. Ia juga menyebut anak korban merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Terkait jenis luka yang dialami korban, Aming mengaku tidak dapat memastikan.

Baca Juga:Ketua DPRD: Bantulah PSM yang Urus Warga Desa yang Sakit Parkir Gratis di RSUDNarkoba Diblender, Senjata Digerinda, Cara Kejari Bekasi Musnahkan 98 Barang Bukti

“Kita kurang jelas juga sih, luka bacokan atau apa,” katanya.

Ia menduga peristiwa tersebut terjadi pada malam hari hingga dini hari.

“Bisa jadi malam, sekitar jam 3 atau 4 subuh,” ujarnya.

Ipar korban, Rohman (47), mengatakan saat pintu rumah dalam kondisi tertutup dari dalam. Pihak keluarga kemudian mencoba menghubungi anak korban sebelum akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu.

“Pintu tertutup dari dalam, terus dia telepon anaknya yang ipar saya. Kata ipar saya, gedor saja pintunya. Pas digedor terus didobrak, sudah bersimbah darah,” ujarnya.

Korban disebut ditemukan dalam posisi berada di depan pintu rumah. “Posisinya di depan pintu,” katanya.

Rohman mengaku tidak melihat secara langsung luka yang dialami korban karena tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah saat kejadian.

“Saya enggak lihat lukanya di mana, soalnya saya di luar, enggak boleh masuk ke dalam. Pas saya datang sudah ramai polisi,” ucapnya.

Baca Juga:Ratusan SMP di Karawang Masih Kekurangan Komputer  untuk Pelaksanaan TKAMusrenbang 2027, DPPKB Karawang Siapkan 5.673 TPK untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Ia menyebut korban sehari-hari tinggal sendiri di rumah tersebut, meskipun anak-anaknya tinggal di sekitar lokasi.

“Sendiri, dia itu enggak mau diganggu sama yang lain. Sebenarnya anak-anaknya juga tinggal dekat sini,” katanya.

Menurutnya, anak-anak korban telah berkeluarga dan memiliki pekerjaan masing-masing.

“Anaknya sukses semua. Yang laki kerja di Pemda jadi kasubag koperasi, kalau yang perempuan itu jadi guru di Tambelang,” ujarnya.

Rohman menambahkan, korban sudah lama tinggal sendiri sejak anak-anaknya berumah tangga.

“Selama anaknya berumah tangga, dia tinggal sendiri. Memang sudah biasa,” katanya.

Terkait aktivitas di sekitar waktu kejadian, ia menyebut biasanya pekerja usaha tenda milik korban pulang pada jam makan sebelum kembali bekerja.

“Biasanya jam-jam segitu anak-anak tenda pulang karena jam makan,” ucapnya.

0 Komentar