KBEonline.id, BEKASI – Polres Metro Bekasi masih mendalami kasus kematian Eem (60) seorang pengusaha tenda di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyidikan.
“Sedang didalami, sedang lakukan penyidikan,” ujar Sumarni kepada Cikarang Ekspres di Cikarang Pusat, Jumat (10/4).
Baca Juga:Update Harga Truk Hino Ranger Terbaru April 2026: Spesifikasi, Kelebihan dan KeunggulanPerbandingan Truk Listrik Fuso eCanter vs Isuzu Elf EV, Mana yang Paling Unggul?
Ia menyebut, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti.
“Kemarin sudah lakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan pencarian alat bukti,” katanya.
Terkait motif, Sumarni menegaskan masih dalam pendalaman dan belum dapat disampaikan ke publik.
“Motifnya masih didalami, sabar nanti kita rilis kalau sudah terungkap,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Eem (60), ditemukan tewas di rumahnya Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4).
Korban yang dikenal sebagai pemilik usaha penyewaan tenda ini ditemukan dengan kondisi mengenaskan di ruang tengah.
Menurut penuturan pihak keluarga, penemuan bermula ketika pekerja usaha hendak beristirahat makan siang di rumah korban sebelum kembali memasang tenda di Kampung Wates. Setibanya di rumah, pintu terkunci.
Baca Juga:Capaian Membanggakan, Dinas Pertanian Karawang Raih Peringkat III Tingkat KabupatenPolres Karawang Ungkap Praktik Curang LPG Subsidi, Potensi Kerugian Negara Hingga Ratusan Juta Rupiah
Pekerja berulang kali mengetuk pintu dan memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Mereka kemudian menghubungi anak korban.
Atas perintah anak korban, pintu rumah didobrak oleh pegawai bersama warga. Mereka terkejut melihat Eem tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
Ketua RW 20 Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Aming, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut kondisi saat korban Eem (60) pertama kali ditemukan di dalam rumahnya.
Menurut Aming, saat itu kondisi rumah sempat tidak menunjukkan adanya aktivitas hingga akhirnya dibuka dan korban ditemukan sudah tergeletak.
“Awalnya enggak ada orang, pas dibuka kondisi sudah terkapar di ruang tengah,” ujarnya.
Ia mengaku sempat melihat adanya luka pada bagian kepala korban. “Saya lihat luka di bagian kepala,” katanya.
Aming juga menyebut, sehari sebelum kejadian dirinya sempat bertemu dengan korban dan tidak melihat adanya hal mencurigakan. “Kemarin saya sempat ketemu, enggak ada tamu. Dia orangnya tertutup, tinggal sendiri,” ucapnya.
