Polisi Dalami Kasus Tewasnya Pengusaha Tenda di Kertamukti 

Polisi dalami kasus kematian pengusaha tenda di Cibitung
Polres Metro Bekasi masih mendalami kasus kematian Eem (60) seorang pengusaha tenda di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
0 Komentar

Korban diketahui berusia sekitar 60 tahun dan berprofesi sebagai pengusaha tenda. Ia juga menyebut anak korban merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Terkait jenis luka yang dialami korban, Aming mengaku tidak dapat memastikan.

“Kita kurang jelas juga sih, luka bacokan atau apa,” katanya.

Baca Juga:Update Harga Truk Hino Ranger Terbaru April 2026: Spesifikasi, Kelebihan dan KeunggulanPerbandingan Truk Listrik Fuso eCanter vs Isuzu Elf EV, Mana yang Paling Unggul?

Ia menduga peristiwa tersebut terjadi pada malam hari hingga dini hari.

“Bisa jadi malam, sekitar jam 3 atau 4 subuh,” ujarnya.

Ipar korban, Rohman (47), mengatakan saat pintu rumah dalam kondisi tertutup dari dalam. Pihak keluarga kemudian mencoba menghubungi anak korban sebelum akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu.

“Pintu tertutup dari dalam, terus dia telepon anaknya yang ipar saya. Kata ipar saya, gedor saja pintunya. Pas digedor terus didobrak, sudah bersimbah darah,” ujarnya.

Korban disebut ditemukan dalam posisi berada di depan pintu rumah. “Posisinya di depan pintu,” katanya.

Rohman mengaku tidak melihat secara langsung luka yang dialami korban karena tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah saat kejadian.

“Saya enggak lihat lukanya di mana, soalnya saya di luar, enggak boleh masuk ke dalam. Pas saya datang sudah ramai polisi,” ucapnya.

Ia menyebut korban sehari-hari tinggal sendiri di rumah tersebut, meskipun anak-anaknya tinggal di sekitar lokasi.

Baca Juga:Capaian Membanggakan, Dinas Pertanian Karawang Raih Peringkat III Tingkat KabupatenPolres Karawang Ungkap Praktik Curang LPG Subsidi, Potensi Kerugian Negara Hingga Ratusan Juta Rupiah 

“Sendiri, dia itu enggak mau diganggu sama yang lain. Sebenarnya anak-anaknya juga tinggal dekat sini,” katanya.

Menurutnya, anak-anak korban telah berkeluarga dan memiliki pekerjaan masing-masing.

“Anaknya sukses semua. Yang laki kerja di Pemda jadi kasubag koperasi, kalau yang perempuan itu jadi guru di Tambelang,” ujarnya.

Rohman menambahkan, korban sudah lama tinggal sendiri sejak anak-anaknya berumah tangga.

“Selama anaknya berumah tangga, dia tinggal sendiri. Memang sudah biasa,” katanya.

Terkait aktivitas di sekitar waktu kejadian, ia menyebut biasanya pekerja usaha tenda milik korban pulang pada jam makan sebelum kembali bekerja.

“Biasanya jam-jam segitu anak-anak tenda pulang karena jam makan,” ucapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apakah sejak pagi ada orang yang datang ke rumah korban.

0 Komentar