Teknologi Daur Ulang Terbaru, SMK PGRI Telagasari Ciptakan Mesin Pengupas Label Gelas Plastik

Karya SMK PGRI Telagasari.
Inovasi mesin pengupas label pada gelas air mineral karya siswa dan guru SMK PGRI Telagasari mencuri perhatian dalam bazar Bapperida.
0 Komentar

KBEonline.id – Inovasi mesin pengupas label pada gelas air mineral karya siswa dan guru SMK PGRI Telagasari mencuri perhatian dalam bazar Bapperida yang digelar bersamaan dengan Musrenbang Kabupaten Karawang di Halaman Aula Husni Hamid.

Alat tersebut dipamerkan sebagai bagian dari Pekan Riset dan Inovasi Daerah, menampilkan berbagai karya inovatif dari pelajar dan institusi pendidikan di Kabupaten Karawang.

Guru SMK PGRI Telagasari, Heri Sudiri, menjelaskan mesin itu dirancang untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah gelas plastik bekas dengan cara memisahkan label plastik dari badan gelas sebelum dijual ke bank sampah atau pengepul.

Baca Juga:Kematian Mengenaskan Bos Tenda Cibitung Masih Misteri, Polisi Terus Buru Jejak PelakuKetua DPRD: Bantulah PSM yang Urus Warga Desa yang Sakit Parkir Gratis di RSUD

“Kalau gelas bekas langsung dijual harganya sekitar Rp2.500. Tapi setelah labelnya dikupas dan dibersihkan, nilainya bisa naik menjadi Rp4.000,” ujar Heri.

Ia menerangkan, mesin tersebut bekerja menggunakan dua mekanisme utama, yakni satu mesin untuk memutar gelas plastik dan satu mesin lainnya untuk mengupas label secara otomatis.

Menurut Heri, proses pembuatan alat memakan waktu sekitar satu bulan karena dilakukan melalui tahapan uji coba dan penyempurnaan desain selama proses pengerjaan.

Mesin tersebut dibuat secara kolaboratif oleh siswa dari lima jurusan di SMK PGRI Telagasari, yakni Teknik Mesin, Otomotif, Pengelasan, Gambar, dan Komputer, dengan memanfaatkan fasilitas praktik sekolah.

“Komponen alat ini dibuat bersama oleh siswa dari berbagai jurusan. Ada yang mengerjakan pengelasan, bubut, pemotongan CNC, sampai perakitan mesin,” katanya.

Selain bertujuan meningkatkan nilai jual sampah plastik, inovasi ini juga menjadi bagian dari edukasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah agar siswa terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dini.

Heri mengatakan limbah gelas plastik yang telah dipisahkan kemudian dibersihkan dan dijual melalui bank sampah, dengan hasil penjualan awal mencapai lebih dari Rp100 ribu pada tahap uji coba.

Baca Juga:Narkoba Diblender, Senjata Digerinda, Cara Kejari Bekasi Musnahkan 98 Barang BuktiRatusan SMP di Karawang Masih Kekurangan Komputer  untuk Pelaksanaan TKA

Atas inovasi tersebut, SMK PGRI Telagasari berhasil meraih juara pertama dalam lomba inovasi antar-SMK se-Kabupaten Karawang yang diselenggarakan Bapperida.

“Alhamdulillah alat ini meraih juara satu lomba inovasi antar-SMK se-Kabupaten Karawang. Mudah-mudahan bisa terus dikembangkan dan bermanfaat untuk pengelolaan sampah,” pungkas Heri.(Aufa)

0 Komentar