“Awalnya laporan rumah makan yang kebakar. Dari Cikarang Utara duluan yang meluncur, lalu dibantu Karawang dan Mako,” katanya.
Hasto juga mengaku tidak mengetahui bahwa lokasi kebakaran tersebut merupakan kediaman saksi kunci dalam perkara korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kami tidak tahu soal itu. Kami hanya menjalankan tugas pemadaman,” tegasnya.
Ia bahkan mengaku terkejut dengan munculnya isu dugaan pembakaran sebagai bentuk teror. “Kalau melihat kondisi di lapangan, tidak mengarah ke situ. Yang terbakar itu sebagian, terutama sisi kanan dan lantai atas,” ungkapnya.
Baca Juga:Tetap Cari_Aman Saat Pergi ke Sekolah dengan Sepeda Motor, 5 Hal yang Harus Kamu SiapkanDirektur RSUD Karawang Tegaskan Parkir Gratis bagi Petugas PSM Sudah Lama Berlaku
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bersifat sementara dan perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut. “Kalau kasat mata memang mengarah ke konsleting, tapi tetap harus dipastikan lagi oleh pihak kepolisian,” tambahnya.
Peristiwa kebakaran itu sendiri terjadi menjelang sore hari. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran rumah kediaman saksi kunci kasus ijon proyek Bekasi yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang tersebut.
Menyikapi kabar ini, Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi ijon proyek di Pemkab Bekasi, mengaku tidak tahu soal saksi yang mendapat intimidasi dan rumahnya dibakar.
“Rumahnya dibakar? Gak tau saya,” kata Ade Kuswara Kunang kepada wartawan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (8/4) malam.
Ade juga sempat menanyakan siapa saksi yang dimaksud dan pihak yang melakukan intimidasi hingga pembakaran rumah. Dia kemudian kembali mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
“Oh saya gak tahu, enggak,” tutur Ade.
Setelah itu, Ade yang mengenakan rompi oranye dan peci hitam tersebut masuk ke mobil tahanan dan kembali ke Rutan KPK.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan intimidasi dan teror terhadap salah satu saksi kunci berinisial S dalam perkara suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Baca Juga:Teknologi Daur Ulang Terbaru, SMK PGRI Telagasari Ciptakan Mesin Pengupas Label Gelas PlastikKematian Mengenaskan Bos Tenda Cibitung Masih Misteri, Polisi Terus Buru Jejak Pelaku
Ancaman terhadap saksi tersebut diduga serius. Bahkan, kediaman pribadinya dilaporkan menjadi sasaran pembakaran oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.
