KBEONLINE.ID KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya penanggulangan kusta dengan menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi bersama organisasi internasional dalam rangka percepatan eliminasi kusta di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Kurniasih mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh dokter dari puskesmas dan klinik swasta. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan NLR yang didukung pendanaan dari Australia.
Menurut Kurniasih, kegiatan pelatihan sangat penting mengingat kasus kusta di Indonesia, termasuk di Karawang dan Jawa Barat, masih tergolong tinggi. Jika tidak ditangani secara serius, penyakit ini berpotensi menimbulkan penularan yang lebih luas di masyarakat.
Baca Juga:Ratusan Pelajar SD Mengikuti Ajang FLS3N tingkat Kecamatan Serang BaruSengketa Lahan 4 Hektare di Pasiranji Cikarang Pusat Bergulir, Dokumen Kepemilikan Disorot
“Melalui pelatihan ini, tenaga medis diharapkan mampu menangani kasus kusta, khususnya kasus baru, sehingga dapat mencegah penularan lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Ia menjelaskan, Dinkes Karawang berperan aktif dalam aspek pelayanan kesehatan, terutama melalui puskesmas. Upaya yang dilakukan meliputi promosi kesehatan, edukasi kepada masyarakat, hingga pencegahan agar tidak muncul kasus baru.
Selain itu, tenaga kesehatan juga ditugaskan untuk memastikan pasien kusta mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Penanganan dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik praktik mandiri.
“Pasien yang terdeteksi harus diobati sampai sembuh. Ini penting agar tidak terjadi penularan lanjutan dan tidak menimbulkan kecacatan,” kata Kurniasih.
Pelatihan ini melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari 50 dokter puskesmas dan 50 dokter klinik swasta. Kurniasih berharap seluruh peserta dapat berperan aktif dalam penemuan kasus serta penanganan kusta di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yuyuk Sri Rahayu menjelaskan bahwa eliminasi kusta dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur.
Ia memaparkan, tahap pertama adalah memutus penularan melalui deteksi dini dan pengobatan. Indikator keberhasilan tahap ini ditandai dengan tidak ditemukannya kasus pada anak selama lima tahun berturut-turut.
Baca Juga:Rekomendasi Beasiswa Tanpa SKTM! Utamakan Prestasi dan Potensi Akademis bagi Anak KuliahBlind Spot Tak Hanya di Jalan, Tapi Juga Mengintai dalam Hubungan
Tahap berikutnya adalah eliminasi, yakni ketika tidak ditemukan kasus baru secara umum selama tiga tahun berturut-turut. Setelah itu, masuk ke fase pasca eliminasi dengan pemantauan berkelanjutan selama lebih dari 10 tahun.
