KBEonline.id, BEKASI – Seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bekasi didorong untuk meninggalkan pola kerja pasif dan mulai aktif turun langsung ke tengah masyarakat.
Konsep ‘politik jalan kaki’ yang digaungkan menjadi penegasan bahwa kader tak boleh lagi sekadar menunggu, melainkan harus hadir, menyapa, dan bergerak nyata di lapangan.
Dorongan itu disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Innalilahi, Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus di Depan Terminal Kampung RambutanFLS3N Gugus 2 Talajaya Jadi Kawah Candradimuka Talenta Cilik di Tambun Selatan
Menurut Huda, politik jalan kaki bukan sekadar slogan, melainkan sebuah paradigma kerja yang mengedepankan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa konsep ini mencakup berbagai aktivitas, seperti menyapa warga, merangkul mereka, hingga memberikan bantuan konkret yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kader PKB itu jangan ongkang-ongkang kaki, tapi paradigma kami itu jalan kaki,” tegas Huda.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Muhammad Rohadi, mengatakan bahwa seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa di wilayahnya terus didorong untuk aktif berkonsolidasi dan hadir di tengah masyarakat.
Kehadiran langsung kader PKB di tengah warga adalah cara efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di tengah maraknya praktik politik uang yang sulit dibendung.
“Selama kita selalu hadir di masyarakat, pasti kita minimal di hati masyarakat. Tinggal potensinya, apa sih yang bisa kita lakukan, tinggal itu. Artinya sesuai dengan kata Pak Huda, politik jalan kaki, tidak leha-leha, tidak diam di tempat, selalu bergerak, terus bergerak,” tandas Rohadi. (Iky)
