Biasakan menarik squeegee setelah selesai mandi untuk mengurangi air yang tertinggal. Kebiasaan tersebut membantu mencegah penumpukan kerak, noda air, dan kotoran pada permukaan kaca.
11. Jangan Membersihkan Saat Kaca Terlalu Panas
Jika kaca terkena sinar matahari langsung dan permukaannya sangat panas, proses pembersihan dapat menjadi kurang nyaman karena cairan lebih cepat mengering.
Pilih waktu ketika permukaan kaca tidak terkena panas matahari secara langsung. Dengan begitu, cairan pembersih memiliki waktu untuk bekerja sebelum mengering dan meninggalkan residu.
12. Jangan Gunakan Alat Abrasif Sembarangan
Baca Juga:Bikin Nambah Nasi! Ini 12 Tempat Beli Sate Ati Ampela di Tambun SelatanButuh Uang Tengah Malam? Ini 13 Lokasi ATM 24 Jam di Tambun Selatan
Kaca memang terlihat kuat, tetapi permukaannya tetap dapat mengalami goresan jika dibersihkan menggunakan alat yang terlalu kasar.
Hindari penggunaan wol baja, spons abrasif, atau bahan pembersih yang dapat menggores, terutama pada jenis kaca dengan permukaan khusus. Untuk noda membandel, gunakan metode yang sesuai dengan jenis kaca dan jangan langsung menggosok sekuat tenaga.
13. Bedakan Kaca Biasa dengan Kaca yang Sudah Tergores atau Teretsa
Tidak semua kaca buram dapat kembali seperti baru hanya dengan dibersihkan.
Pada gelas atau permukaan kaca tertentu, lapisan putih atau buram bisa berasal dari mineral air.
Namun, ada pula kondisi ketika permukaan kaca sudah mengalami etching atau perubahan permanen akibat proses kimia dan panas.
Jika penyebabnya sudah berupa kerusakan permanen pada permukaan, membersihkannya berkali-kali belum tentu membuat kaca kembali jernih.
