Solusinya: Segera tancapkan pengisi daya saat persentase baterai menyentuh angka 20%. Selain itu, manfaatkan fitur Battery Charge Limit bawaan laptop untuk membatasi pengisian di angka 80% jika laptop sering terhubung ke colokan listrik sepanjang hari.
4. Mengangkat Laptop dengan Memegang Area Layar
Saat ingin memindahkan laptop yang sedang terbuka dari satu meja ke meja lain, sebagian pengguna refleks memegang bagian sudut layar.
Dampaknya: Engsel (hinge) dan struktur layar laptop tidak dirancang untuk menahan beban berat dari bodi utama. Kebiasaan ini membuat engsel menjadi longgar, retak, atau bahkan merusak jalur kabel fleksibel layar di dalamnya.
Baca Juga:Hasil Super League: Dewa United Tekuk Persijap 2-0, Laskar Kalinyamat Kalah 6 Kali BeruntunHasil Super League: Lima Kali Kalah Beruntun, PSIM Takluk dari Bhayangkara FC
Solusinya: Biasakan mengangkat laptop dengan memegang bagian alas (base) atau bodi bawah menggunakan kedua tangan.
5. Membiarkan Debu Menumpuk di Fan dan Exhaust
Kipas pendingin laptop bekerja menyedot udara luar secara terus-menerus. Tanpa disadari, partikel debu halus ikut masuk dan mengendap di dalam saluran pendingin (heatsink).
Dampaknya: Tumpukan debu yang menebal akan menghambat putaran kipas dan mengunci hawa panas di dalam bodi laptop, membuat kipas berisik dan performa komputer menurun drastis.
Solusinya: Lakukan pembersihan debu secara mandiri atau bawa ke tempat servis terpercaya untuk pembersihan berkala (cleaning & repaste) setidaknya 6–12 bulan sekali.
Kesimpulan
Merawat laptop agar tetap awet dan kinerjanya responsif sebenarnya tidak membutuhkan langkah yang rumit. Dengan mengubah kebiasaan kecil dalam penggunaan harian serta menjaga sirkulasi suhu perangkat tetap dingin, kamu bisa memperpanjang umur pakai laptop hingga bertahun-tahun mendatang.
