PERTANIAN : Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto, saat menunjukan pembangunan infrastruktur di sektor pertanian.

Fokus Kejar Ketertinggalan

KARAWANG – Sebagai salah satu desa paling tertinggal, Pemerintah Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, mulai berbenah untuk keluar dari status desa tertinggal tersebut. Meski pun masih dirundung situasi pandemi, Pemdes Muarabaru tetap kejar target bangun infrastruktur.
Maklum saja, desa di ujung utara Karawang itu masih jauh dari kata baik, untuk segi pembangunan infrastruktur. Pemdes Muarabaru memperkirakan, infrastruktur di Desa Muarabaru baru rampung sekitar 50 persen.
“Untuk sektor pertanian kita jadi desa yang paling tertinggal. Karena itu, saat ini kita fokus kejar ketertinggalan infrastruktur pertanian,” ujarnya kepada KBE, Rabu(24/6/2020).
Ato mengatakan, anggaran Dana Desa tahap 1 tahun 2020, seluruhnya masih digunakan untuk membangun infrastruktur. Selin membangun jalan dan turap. Pihaknya juga membangun jembatan dan pintu air. Untuk kebutuhan masyarakat tani di desanya.
“Satu periode jabatan kepala desa juga tidak akan cukup, jika hanya menggunakan anggaran dana desa. Maka dari itu, perlu stimulan dari pintu anggaran lain untuk mempercepat ketertinggalan ini,” ujar Kades Muarabaru, yang baru menjabat satu tahun itu.
“Apa lagi saat ini anggaran dana desa di pangkas untuk Bansos Covid-19. Jadinya semakin terlambat pembangunan kita,” kata Ato.
Ato menyebut, sebagian besar luas Desa Muarabaru adalah lahan sawah, empang, dan tambak garam. Infrastruktur jalan usaha tani, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk masyarakat Desa Muarabaru.
“Karena aksesnya jelek, harganya jadi turun. Kasihan petani Desa Muarabaru. Sudah mah beberapa tahun ini kena musibah terus. Habis kekeringan, sekarang gagal panen karena banjir rob kemarin,” ucapnya.
Ato berharap, pasca Pandemi Covid-19 ini berakhir, sejumlah titik pembangunan prioritas yang terhambat di tahun ini, bisa segera dibangun di tahun depan atau secepatnya. Ia juga berharap, anggaran lain seperti aspirasi dewan dan sumber lainnya, bisa dikucurkan ke Desa Muarabaru. Untuk mengejar target ketertinggalan tersebut.
“Ya harapannya supaya bisa cepat diselesaikan, anggarannya segera dikembalikan normal lagi. Juga aspirasi dewan dan lainnya, agar bisa melirik Desa Muarabaru yang serba tertinggal ini,” harapnya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here