DAPUR UMUM : Ibu-ibu PKK dan istri perangkat Desa Rawet, Cilamaya Wetan, sedang garap 2.000 nasi bungkus di dapur umum.

Kades Udin : Saya Pakai Beras Pemda

KARAWANG – Memasuki pekan ke dua penerapan PSBB di Kabupaten Karawang. Sejumlah desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, terpantau sibuk dengan program Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) di dapur umumnya masing-masing.
Di Desa Rawagempol Wetan (Rawet), Kecamatan Cilamaya Wetan. Ibu-ibu PKK bersama istri perangkat desa nampak kompak bekerja di dapur umum untuk menyiapkan Gasibu. Kamis, (14/5) kemarin.
Kepala Desa Rawet, Udin Abdulgani mengatakan, selama PSBB ini, pihaknya menargetkan produksi 2.000 nasi bungkus. Untuk dibagikan kepada masyarakatnya yang membutuhkan, untuk keperluan berbuka puasa.
“Kita sudah terima beras dari Pemda Karawang sebanyak 150 kilogram dari kecamatan. Beras ini cukup layak untuk dikonsumsi,” ujar Udin kepada KBE, kemarin (14/5).
Udin menyebut, kualitas beras yang di dapat Pemdes Rawet masih layak konsumsi. Tidak seburuk seperti yang banyak digemborkan desa-desa di kecamatan lain.
Kata dia, untuk memenuhi target 2.000 nasi bungkus. Pihaknya mengoplos beras bantuan dari Pemda Karawang dengan beras kualitas premium. Sehingga, nasinya jadi layak di konsumsi. “Sementara untuk kebutuhan lauk pauk dan lain-lain, itu bersumber dari dana pribadi saya san keluarga. Serta, dibantu para donatur dari internal Desa Rawet,” paparnya.
Udin berharap, selama penerapan PSBB ini, tak ada masyarakatnya yang kelaparan. Ada pun jika ada warga yang merasa kesulitan. Diminta untuk segera menghubungi perangkat desa.
“Mudah-mudahan tak ada masyarakat Desa Rawet yang kelaparan. Dan Program Gasibu ini, bisa membantu meringankan beban mereka,” harapnya.
Ketua IKD Cilamaya Wetan itu melanjutkan, ada pun teknis pembagian Gasibu di lakukan oleh RT di tiap-tiap dusun. Dengan harapan, penerima bantuan pangan itu tepat sasaran.
“Alhamdulillah, sejak siang hari nasi bungkus dan lauk pauk sudah matang. Dan langsung kita packing, kemudian di distribusikan sama perangkat desa dan RT,” jelasnya.
Sebelumnya, Camat Cilamaya Wetan, Basuki Rachmat, mengintruksikan seluruh kades di wilayah hukumnya untuk membuka dapur umum di tiap desa.
Meskipun sifatnya tidak diwajibkan, kata Basuki, mayoritas kepala desa di Kecamatan Cilamaya Wetan telah mendirikan dapur umum. Sebagian besar biaya dapur umum tersebut. Ditanggung oleh dana pribadi para kades.
“Alhamdulillah, di Cilamaya Wetan mah mayoritas kadesnya menyadari kebutuhan warganya. Kegiatan dapur umum sudah berjalan,” timpalnya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here