PEMBANGUNAN : Ato Sukanto, Kepala Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, saat menunjukan hasil pembangunan Dana Desa.

***Desa Muarabaru Masih Tertinggal
KARAWANG – Menyandang status sebagai salah satu desa tertinggal di Kabupaten Karawang. Membuat Pemerintah Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan kerja keras, mengejar target pembangunan infrastruktur.
Pasalnya, untuk keluar dari predikat Desa Tertinggal. Pekerjaan utama yang harus diselesaikan oleh Pemdes Muarabaru, yaitu menyelesaikan pembangunan infrastruktur.
Kepada KBE, Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto mengatakan, di satu tahun masa ia menjabat sebagai Kades Muarabaru. Pembangunan infrastruktur disana sudah rampung sekitar 40 persen.
Kata Ato, hampir seluruh dana transfer desa. Seperti Dana Desa, Dana Bagi Hasil (DBH), hingga Bantuan Gubernur (Bangub), seluruhnya dikucurkan untuk keperluan kekar target infrastruktur.
“Kita masih desa tertinggal. Harus kerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur,” ujar Ato kepada KBE, kemarin (18/3/2020) di ruang kerjanya.
Ato menjelaskan, Dana Desa tiga tahap di 2019 seluruhnya telah terealisasi. Ada pun infrastruktur yang dibangun, diantaranya jalan poros desa, jalan lingkungan, turap penahan air (TPT) hingga saluran irigasi pertanian.
“Masih sangat jauh kalo untuk kita meraih predikat Desa Berkembang. Tapi mudah-mudahan, dalam 2 tahun ke depan, pembangunan infrastruktur ini rampung 100 persen,” ucapnya.
Sementara, Sekertaris Desa Muarabaru, Depri Adrian Anwar mengatakan, meski pun Pemdes Muarabaru masih fokus kejar ketertinggalan infrastruktur. Namun, untuk program-program sosial masyarakat tetap jadi prioritas untuk digalakan.
Saat ini, kata Depri, Pemdes Muarabaru tengah fokus menggodok potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan produk utama seperti garam industri, olahan terasi, hingga ikan asin dan lain sebagainya.
“Benar memang kita tertinggal soal pembangunan. Tapi untuk inovasi, kita tetap maju paling depan. Saat ini, BUMDes Muarabaru sedang kita godok, dengan mengedepankan produk komoditi khas pesisir,” jelasnya. (wyd/rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here