Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin geram mendengar pernyataan kontroversi eks Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.
Ali Ngabalin seolah tak terima usai Abdullah Hehamahua mengingatkan jenazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa ditolak bumi jika saat meninggal dunia utang negara belum
Kesal dengan pernyataan Abdullah Hehamahua, Ali Ngabalin kemudian menyebutnya bagian dari kelompok kadal gurun (kadrun).
Ngabalin kemudian meminta Abdullah agar belajar menjadi manusia yang baik sebelum membahas soal agama agar tidak bertindak seperti tuhan.
“Hei, kadrun. Belajarlah menjadi manusia sebelum belajar agama agar kelak ketika engkau MENJELASKAN ttg agama kamu tetap menjadi manusia, dan tidak bertindak SEPERTI Tuhan.#WatakOtakSumgsang,” tulis Ali Ngabalin, dikutip dari akun Twitter @AliNgabalinNew pada 13 Mei 2022.
Dalam cuitan tersebut, Ali Ngabalin juga turut mengunggah foto Eks penasihat KPK Abdullah Hehamahua dengan sebuah judul artikel “Jika Jokowi Meninggal Dunia & Utang Negara belum Lunas, Eks Penasehat KPK: Jenazahnya akan Ditolak Bumi”.
“Urat kebencian terhadap Pemeribtah menyebabkan mrk menjadi orang munafik seperti yg tdk mengerti agama, menyebabkan mrk menjadi hakim atas orang yg mrk benci, sungvuh hati mrk penuh kebencian dan mrk akan mendapatkan balasan yg setimpal dari Yg Maha Kuasa” @YASOzatulo
“Tenang Jangan panik Pak Ngabalin…,,pak Jokowi kekal abadi tidak akan Mati…don’t worry dia akan jadi Presiden RI hingga Jutaan Abad yang akan datang…okey…sabar bro…sabar” @Donald3Herman
“Sabar bang Ali, kalau sudah tertutup mata hatinya ,sulit diberikan kebenaran” @illiyin_syafa
“Iya yah..kan Jokowi ngutang buat semua terutama yang makan gaji dari pemerintah berarti di tolak dunk..Coba jelaskan dunk..masa Jokowi doank..Setau saya hutang pribadi yang jadi tanggungan itupun masih di terima bumi Mudah mudahan bisa menjawab Lanjutkan pak Jokowi, love u,” @sutoyib_tata.
Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin juga sempat berikan tanggapan terkait pernyataan Advokat dan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun soal Presiden Jokowi.
Menurut Ali Ngabalin, Refly Harun masih memiliki rasa sakit hati sampai menyebut Presiden Jokowi takut kalah pamor dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Ali Ngabalin menyampaikan pendapatnya ini melalui unggahan di akun media sosial Twitter pribadinya yang bernama @AliNgabalinNew, pada 4 Mei 2022.
“Rupanya kawan ini sakit hati banget,” ujar Ali Ngabalin
“Ketahuilah wahai sang Profesor tidak ada yang bisa menghancurkan besi kecuali karatnya, tidak ada yang dapat menghancurkan seseorang kecuali pola pikirnya,” sambungnya.
Ali Ngabalin pun merasa pernyataan Refly Harun ini dinilai kurang tepat, hingga ia menyinggung pakar hukum itu ‘bersumbu pendek’.
“Bagaimana mungkin ada pakar hukum seperti kamu bersumbu pendek atau small and low mindset,” pungkas Ali Ngabalin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here