KALAH DEBAT DITINGGAL SUARA MILENIAL

KARAWANG– Malam ini debat kandidat paslon bupati dan wakil bupati digelar dan akan disiarkan langsung di sebuah stasiun televisi nasional. Banyak pemerhati menilai debat calon bakal menjai momen merebut hati pemlih yang belum menentukan pilihan (swing voters) yang jumlahnya masih sangat tinggi. Paslon yang tak siap saat debat, siap-siap bakal ditinggal oleh swing voters.
Semua paslon dipastikan bakal sebisa mungkin emperjelas visi-misi mereka. Paslon petahana, Cellica-Aep yang diprediksi bakal menyajikan data capai kerja Cellica saat berpasangan dengan Jimmy periode 20115-2020.
“Saya yakin momentum debat paslon akan jadi semacam kompas bagi par apemilih pemula, pemilih milenial dan swing voters yang belum menentukan pilihan untuk mengambil pilihan rasional melhat visi-misi dan kecakapan serta penguasaan materi para paslon,” kat Direktur Ghazali Centre, Lili Ghaali kepada KBE.
Sementara itu seorang mahasiswa yang sampi sejauh ini belum memliki pilihan paslon yang akan dicobos, Imron Rosadi dan Chandra Maulana mengaku kemungkinaan akan menentukan plihan setelah melihat debat paslon.
“Pengin tahu dulu , mana yang sreg dengan keinginan kami,” kata Imron.
“Kalau kami sih, lebih melihat jangka panjang, kalau pertimangan uang doing mah palng juga bisa beli rokok sebungkus. Terlalu murah urusan pblik kami ke depan jika dtukar dengan rokok sebungkus,” timpal Chandra.
Sedangkan paslon Ahmad “Jimmy” Zamkhsyari-Yusni Rinzani ditaksir akan membawa program unggulan mereka, di antaranya tiga kaartu yang dijanjikan akan dipakai jika mereka terpilih yakni karu guru ngaj, kartu wirausaha, serta kartu tani dan nelayan.
Sedangkan paslon Yesi-Adly sebagai penantang dua petahana diyakini bakal membuat kontras dengan dua lawannya sebagai mana tagline yang sejak awal kampanye disosialisasikan oleh paslon ini yakni energi baru Karawang.
Ketua KPU Karawang Miftah Farid mengungkapkan, pihaknya telah siap melaksanakan debat publik Pilkada Karawang 2020 yang akan disiarkan langsung di sebuah stasiun televisi nasional. Durasinya selama 120 menit dan 30 menit di antaranya untuk iklan non komersial. “Jadi murni untuk debat 90 menit,” ujar Farid ditemui di Kejaksaan Negeri Karawang, Selasa (24/11/2020).
Farid menyebut, pertanyaan-pertanyaan dengan tema percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dalam persaingan global pada debat publik disusun oleh tim dari Universitas Padjajaran (Unpad), Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Univessitas Buana Peejuangan (UBP), dan tokoh agama. “Sub tema nanti paling masing-masing sesi. Hari ini kami dengan tim perumus pertanyaan mematangkan kembali, sampai pertanyaan tersebut kita bawa ke lokasi debat,” ucapnya. Saat ini akan kami matangkan kembali bersama tim penyusun,” kata Farid. Ditanya perihal apakah ada pertanyaan soal isu lingkungan sesuai saran para aktivis lingkungan, Farid mengatakan pihaknya mempercayakan hal itu kepada tim penyusun. “Nanti kita tanyakan lagi ke tim perumus,” ucapnya.
Dalam debat tersebut, pihak yang hadir dibatasi hanya calon, empat orang tim kampanye, lima orang KPU, dan dua orang Bawaslu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 tahun 2020.
Persiapan calon
Paslon nomor urut 1, Yesi Karya Lianti – Adly Fairuz mengaku bersiap untuk mengikuti tahapan debat publik ini.
Adly Fairuz mengaku optimis mereka sudah melakukan persiapan yang cukup matang selama ini melalui door to door menyapa warga di hampir 309 desa di Karawang.
“Saya sudah hampir ke 309 desa untuk melihat, mendengar, dan merasakan aspirasi serta keluh kesah warga. Semua itu kemudian saya tampung dalam sebuah wadah yang dinamakan wadah perubahan agar solusi dan pergerakannya konkrit bisa kami lakukan, sehingga semua yang dirasa belum maksimal bisa kami buat optimal,” kata Adly kepada awak media melalui pesan singkat, Selasa (24/11/2020).
Kemudian, paslon nomor urut 2, Cellica – Aep, mereka juga mengaku telah mempersiapkan segala halnya.

Terlebih, dalam debat ini Cellica merupakan salahsatu dari petahana sehingga dirinya sudah tahu poin-poin apa yang perlu disampaikan pada tema yang terkait penanganan Covid-19.

“Kami sudah siap. Tak ada persiapan yang khusus jelang debat. Kami sedikit diuntungkan karena teh Cellica merupakan petahana sehingga tahu betul apa yang harus disampaikan,” kata Aep.

Selanjutnya, paslon terakhir yakni paslon nomor urut 3, Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) – Yusni Rinzani mengaku sangat santai menjelang pelaksanaan debat pilkada ini. Kang Jimmy mengatakan dirinya bersama Yusni bakal menyampaikan semuanya terutama bagaimana realisasi dari tiga kartu JENIUS (Jimmy-Yusni).

“Santai aja kita mah. Semua itu akan kami sampaikan bagaimana realisasi dari 3 kartu JENIUS. Intinya, duit rakyat harus kembali ke tangan rakyat,” ujarnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here