INOVASI PENDIDIKAN: SMKN 1 Karawang berhasil menyabet gelar juara umum perlombaan teknologi tepat guna yang digelar komunitas Toyota Indonesia.

KARAWANG – SMKN 1 Karawang berhasil menyabet gelar juara umum perlombaan teknologi tepat guna yang digelar komunitas Toyota Indonesia. Karya Autoponik yang mereka buat berhasil menyita dean juri dan peserta lain yang ikut lomba.
Saat diwawancara KBE, pembimbing peserta lomba SMKN 1 Karawang, Maria Bestarina Laili mengaku sangat merasa bangga atas prestasi yang sudah diraih siswanya.
“Alhamdulillah kita bisa buktikan kalau kita bisa dan mampu berkontestasi,” ucapnya.
Untuk diketahui, perlombaan membuat teknologi tepat guna ini diikuti oleh 12 sekolah binaan Toyota Karawang-Bekasi dengan jumlah 44 tema teknologi yang disiapkan panitia.
“Ya termasuk kita juga mengajukan dan setelah dilakukan seleksi kita lulus dan masuk tahapan selanjutnya yaitu dengan menyisakan tujuh sekolah saja,” tuturnya.
Pada perlombaan ini, SMKN 1 Karawang mengajukan ide teknologi berupa autoponik yang dilengkapi dengan sensor PH, EC dan sensor cahaya, LCD, 4 buah tombol, valve, pompa, filter, mixer, aerator dan manifold.
Prinsip kerjanya, kata dia, ketika salah satu tombol ditekan maka secara otomatis alat autoponik tersebut menghidupkan seluruh sistem.
Sistem tersebut terdiri dari nutrisi yg dimonitor oleh sensor EC lalu sensor EC mengirim data ke kontroller untuk di proses kemudian kontroller memerintahkan valve AB mix untuk terbuka maka mixer secara otomatis akan berputar untuk mengaduk nutrisi tadi hingga merata.
Lalu sensor akan memonitor lagi hingga mencapai jumlah nutrisi yg dibuthkan sesuai dengan jenis tanaman yang di tanam pada hidroponik. Begitu pula dengan PH atau alat untuk mengukur kadar keasaman didalam air.
“Tentunya persiapan ini kita butuh proses, bahka persiapan ini didampingi oleh beberapa orang guru,” akunya.

Tak hanya itu, kata dia, autoponik juga dapat mengontrol PH atas dan PH bawah sehingga PH dalam sirkulasi air dapat dikontrol sesuai yg dibutuhkan tanaman. Sensor cahaya digunakan untuk menghidupkan dan mematikan secara otomatis sistem agar selain menghemat listrik juga sesuai dengan siklus hidup tanaman yaitu akan melakukan proses fotosintetis extra pada pagi dan siang hari yang membuat tanaman menyerap nutrisi lebih cepat dan banyak.
Sedangkan pada malam hari atau kondisi gelap tanaman hanya melakukan proses fotosintetis biasa yang membuat tanaman tidak terlalu cepat dan banyak dalam menyerap nutrisi, sehingga digunakanlah sensor cahaya tersebut.
“Air yang berlebihan ketika hujan akan secara otomatis di uang karena autoponik ini juga dilengkapi dengan saluran pembuangan air. ” kata dia.
“Dan ada juga sensor mekanik berupa pelampung yg dapat membuka dan menutup katup saluran air untuk mengisi air kembali secara otomatis hingga air yang dibutuhkan dalam bak terpenuhi.” timpalnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Karawang, Agus Rukmawan juga mengaku senang dan bangga dengan prestasi yang diraih oleh siswa siswi didiknya tersebut. “Alhamdulilah senang dan bangga pastinya semoga bisa menjadi motivasi bagi siswa siswi lainnya di sekolah,” pungkasnya. (oib/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here