BANTUAN DISABILITAS: Siswa SMPN 1 Jatisari, Adrian Dila Saputra saat menerima bantuan kaki palsu.

Menjalani hidup dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna menjadi ujian tersendiri bagi penyandang disabilitas. Mereka terbatas dalam beraktivitas layaknya manusia normal. Hal itu juga yang dirasakan siswa SMPN 1 Jatisari, Adrian Dila Saputra, sejak kakinya diamputasi tiga tahun lalu karena kecelakaan lalu lintas.
AYI PURNAMA-MAHESA BAHAGIASTRA, Karawang
NAMUN, kini semangat baru kembali dirasakan siswa kelas VII tersebut dalam menjalani hidup termasuk belajar dan bersekolah. Pasalnya, ia kini memiliki kaki palsu baru yang membuat aktivitas lebih mudah dan lancar.
Bantuan kaki palsu diterima anak yang terlahir dari pasangan Asep dan Kasti dalam kegiatan Gebyar Pelayanan Terpadu (Paten) di Kecamatan Cikampek, Rabu (19/2) lalu. Saat itu, bantuan diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karawang.
“Alhamdulillah, kini saya memiliki kaki palsu baru yang membuat lebih nyaman. Kaki palsu yang biasa saya gunakan dalam beberapa tahun ini sudah tidak pas lagi karena terlalu kecil sehingga membuat sakit saat dipakai,” ujar Adrian, saat dihubungi KBE, Selasa (10/3).
Kini, lanjut Adrian, dengan kaki palsu baru ia bisa kembali menjalani aktivitas rutin dengan leluasa seperti berolahraga, bermain, dan bersekolah.
“Terima kasih kepada BAZNAS Karawang yang telah memberikan bantuan ini (kaki palsu). Insyaallah akan saya gunakan sebaik mungkin khususnya dalam belajar demi menggapai cita-cita menjadi pegawai kantoran setelah lulus sekolah nanti,” ucapnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Karawang, Kurnia Adam Kartayasa mengatakan, kaki palsu yang diberikan kepada Adrian dan 13 penyandang disabilitas lainnya saat acara Gebyar Paten di Kecamatan Cikampek merupakan yang pertama dilaksanakan.
“Tujuan dari pemberian kaki palsu tersebut untuk berbagi kebahagiaan terhadap penyandang disabilitas, dengan harapan nantinya penerima bantuan bisa kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari. Insyaallah dalam acara Gebyar Paten di Kecamatan Pangkalan pada 18 Maret mendatang kami juga akan kembali memberikan kaki palsu kepada siswi asal MA Miftahul Huda Tegalwaru, Nurul Aini,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here