INOVASI PJJ: Korwilcambidik dan FKKG Ciampel saat melakukan rapat dalam upaya terus berinovasi dan kreatif dalam melakukan PJJ di Kecamatan Ciampel.

Inovatif dan Kreatif PJJ SD di Ciampel

KARAWANG – Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang terus berinovasi dan berkreasi dalam memberikan pembelajaran kepada siswa-siswinya di tengah pandemi covid-19. Setelah aktif melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via radio yang dimulai sejak launching pada 25 Agustus lalu, kini seluruh SD kompak secara bergantian membuat materi PJJ daring.

“Pembuatan materi PJJ daring yang dilakukan secara bergantian oleh sekolah dimulai Senin, 5 Oktober 2020,” ujar Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Ciampel, Nacep Jamaludin, kepada KBE, Kamis (8/10/2020).

Nacep mengatakan, seperti pelaksanaan PJJ via radio, pembuatan materi PJJ daring juga diinisiasi oleh Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Ciampel. Materi PJJ daring secara rutin dibuat setiap hari dari Agustus hingga September 2020. Kemudian materi diberikan ke seluruh sekolah untuk digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran.

“Langkah tersebut kami lakukan karena tidak semua guru mampu membuat materi PJJ daring. Oleh karena itu inisiatif ini perlu dilakukan agar pelaksanaan PJJ di Ciampel tetap bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Setelah berjalan dua bulan, kata Nacep, guru-guru yang selama ini menerima materi PJJ daring dari FKKG memberi masukan agar pembuatan materi bisa melibatkan seluruh sekolah. “Alhamdulillah, tanpa adanya pelatihan khusus dan hanya berbekal contoh yang dibuat oleh FKKG, sekarang pembuatan materi PJJ daring oleh sekolah telah berjalan,” serunya.

SDN Kutapohaci I, jelas Nacep, menjadi sekolah pertama dari 16 SD di Ciampel yang mendapat giliran membuat materi PJJ daring. Dilanjutkan SDN Mulyasari I, SDN Parungmulya, SDN Mulyasejati I, SDN Kutanagara II, SDN Kutamekar I, SDN Kutamekar II, SDN Kutanagara I, SDN Kutapohaci II, SDN Mulyasari II, SDN Mulyasari III,SDN Mulyasejati II, SDN Mulyasejati IV, SDN Mulyasejati III, SDN Tegallega II, SDN Tegallega I dan SD Islam Alief.

“Jadi setiap harinya sekolah-sekolah tersebut bergiliran membuat materi PJJ daring mulai dari kelas satu (I) hingga kelas enam (VI) dengan dipantau oleh FKKG. Kemudian materi yang dibuat oleh sekolah yang mendapat giliran dibagikan ke sekolah lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nacep mengaku bangga dengan semangat tinggi yang ditunjukan seluruh guru dan sekolah dalam upaya memberikan pembelajaran yang maksimal dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dimiliki.

“Pembuatan materi PJJ daring secara bergiliran ini tentunya akan meringankan beban guru dalam menyiapkan materi, karena tidak mesti lagi membuatnya setiap hari. Semoga dengan inovasi dan kreativitas yang terus dilakukan, seluruh SD yang ada di Ciampel bisa maksimal dalam memberikan pembelajaran meski tanpa tatap muka,” katanya. (ayi/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here