PROGRAM PKW: Peserta program PKW di LKP Assolahiyah Cilamaya saat mengikuti pelatihan menjahit.

Harus Maksimalkan Program PKW

KARAWANG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, melalui Bidang PAUD dan Dikmas meminta seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terus aktif dalam menumbuhkan sikap dan mental berwirausaha warga belajar dan masyarakat Karawang, salah satunya dengan memaksimalkan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

“PKW merupakan program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan yang diluncurkan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha,” ujar Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Disdikpora Karawang, Sitti Imas Massitoh, didampingi Kasi Dikmas, Kosim Taryana, kepada KBE, Rabu (16/9/2020).

Program PKW, lanjut Imas, diperuntukan bagi warga masyarakat dengan batas usia 15 hingga 30 tahun yang berstatus putus sekolah, belum memiliki pekerjaan, sedang belajar paket C, dan warga tidak mampu.

“Program ini diluncurkan setiap tahun, khusus tahun ini telah berjalan mulai bulan Juni hingga Desember mendatang. Dengan PKW ini, seluruh yang menerima bantuan diharapkan menjadi warga belajar dan masyarakat yang terampil serta mampu bermitra dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau dunia usaha, permodalan, dan pemasaran serta instansi terkait,” ucapnya.

Dijelaskan Imas, dalam program PKW tahun ini, di Kabupaten Karawang terdapat tiga lembaga yang telah menerima bantuan. Yaitu PKBM Harapan Mulya Tirtamulya, LKP Assolahiyah Cilamaya Kulon dan Yayasan Aster Tempuran.

“Kami berharap ketiga lembaga tersebut bisa menjalankan program dengan baik, tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, bermutu, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga mampu memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap dan pola pikir berwirausaha kepada peserta yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau pasar,” harapnya.

Direktur LPK Assolahiyah, Heru Saleh, mengatakan, ada 20 masyarakat yang mengikuti program PKW yang diselenggarakan lembaganya. Seluruh peserta aktif menjalani pendidikan dan pelatihan menjahit tiga kali dalam seminggu selama 3 bulan.

“Setelah menjalani pelatihan baik materi maupun praktik, akan dilanjutkan dengan magang di konfeksi yang telah bermitra dengan kami. Jika proses magang selesai, para peserta tidak akan kami lepas begitu saja, tapi akan terus didampingi baik dalam pembuatan produk maupun penjualan hingga benar-benar berjalan,” jelasnya.

“Kami sengaja menyelenggarakan pelatihan menjahit karena dalam kondisi pandemi seperti ini keterampilan menjahit bisa menjadi salah satu alernatif yang bisa dikembangkan. Dengan keterampilan menjahit masyarakat bisa tetap eksis misalnya dalam pembuatan masker, pakaian dan lainnya,” katanya menambahkan. (ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here