SEMINAR PKM: Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta, Enjang, MA MUd (pakai kopiah) foto bersama dengan orang tua siswa PAUD usai acara seminar kegiatan PKM.

Dosen STAI DR KHEZ Muttaqien Gelar PKM Pendampingan Penggunaan Smartphone

PURWAKARTA – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta tak hanya fokus melaksanakan pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa di lingkungan kampus, para dosen juga aktif mendorong kemajuan di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).

Kegiatan PKM seperti dilakukan dosen program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Enjang, MA MUd. Dosen mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam ini berupaya mendorong perkembangan karakter anak usia dini agar tetap optimal dengan memberikan wawasan kepada orang tua untuk bersikap bijak dalam mengenalkan smartphone kepada anak dengan melakukan pendampingan saat penggunaan.

“Alhamdulillah bentuk pengabdian berupa seminar parenting yang diikuti para orang tua anak usia dini telah dilaksanakan pada 7 April lalu. Seminar kegiatan PKM dengan judul “pendampingan penggunaan smartphone terhadap perkembangan karakter anak usia dini” digelar bekerjasama dengan dua lembaga PAUD di Kabupaten Purwakarta yaitu PAUD Nurul Ijtihad yang berlokasi di Kampung Cibogo Pentas Desa Cibogog Girang Kecamatan Plered, dan KB Arraudoh yang beralamat di Kampung Bungursarang Desa Cisarua Kecamatan Tegalwaru,” ujar Enjang, kepada KBE, Selasa (13/4/2021).

Enjang mengatakan, pendidikan karakter merupakan pendidikan yang sepatutnya mendapat porsi terbesar dalam pendidikan anak usia dini. Namun, di era digital seperti saat ini yaitu seiring dengan kehadiran smartphone, tantangan dalam mengawal perkembangan karakter anak agar tetap optimal menjadi semakin besar.

Terlebih, lanjut Enjang, di masa pandemi covid-19 pembelajaran harus dilakukan jarak jauh salah satunya dengan metode daring yang memaksa siswa atau anak harus bersentuhan langsung dengan smartphone setiap harinya.

“Kini anak-anak semakin terbiasa menggunakan smartphone. Oleh karena itu peran orang tua menjadi sangat penting untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan. Karena durasi pemakaian yang lama dan sering bahkan jika tidak terkontrol dalam penggunaannya tentunnya akan menjadi penyebab perkembangan anak tidak optimal, terutama perkembangan karakternya. Model yang bisa diterapkan orang tua terkait penggunaan smartphone di dunia anak yaitu tadzkirah, yaitu orang tua harus menjadi teladan, memberi arahan, dorongan, pembiasaan, mengingatkan, mengorganisir dengan niat tulus dari hati,” ucapnya.

“Semoga kegiatan PKM ini mampu mendorong peran aktif orang tua dalam membimbing dan mengarahkan karakter anak-anaknya. Orang tua bisa mengerti dan dapat memberikan pemahaman kepada anak bagaimana sebaiknya menggunakan smartphone atau bahkan seyogyanya membatasi penggunaannya (smartphone positif) agar karakter anak terbentuk sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangannya.
Kemudian para orang tua PAUD yang terlibat dalam seminar dapat mensosialisasikan dan menekankan kembali kepada wali murid yang tidak sempat hadir betapa pentingnya menerapkan pendidikan dan pembinaan karakter pada anak usia dini demi masa depan sang buah hati,” harapnya menambahkan. (ayi/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here