Instruksi Disdik, Buat Kampanye di Medsos

0

KARAWANG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang menginstruksikan seluruh kepala satuan pendidikan agar menyampaikan kepada peserta didiknya untuk membuat kampanye mengenai upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan instansi pendidikan melalui medsos (media sosial).

“Ya, Kepala Disdikpora Karawang Pak Asep Junaedi telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala SD, SMP, TK, PAUD, PKBM, LKP, dan SKB se-Karawang terkait hal itu melalui surat nomor 800/484/Disdikpora tanggal 31 Maret tentang kampanye Covid-19 bagi pelajar melalui medsos,” ujar Kasi Kurikulum, Kesiswaan, dan Ketenagaan, Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikpora, Mulyana Surya Atmaja, kepada KBE, Selasa (31/3).

Dijelaskan Musa, sapaan akrab Mulyana Surya Atmaja, instruksi Kadisdikpora tersebut menyikapi surat Dinas Kesehatan Karawang Nomor 440/2091/Dinkes tanggal 31 Maret 2020 tentang kampanye pencegahan Covid-19 bagi pelajar Kabupaten Karawang melalui media sosial.

“Surat Dinkes tersebut merupakan tindak lanjut surat dari Kemenkes RI nomor: TM.01.02/2/2361/2020, Maret 2020 dalam rangka upaya pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat tentang kampanye pencegahan Covid-19 bagi pelajar di seluruh Indonesia melalui media sosial,” jelasnya.

Untuk itu, Musa mengimbau agar seluruh kepala satuan pendidikan, khsusnya SD se-Karawang agar segera menindaklanjuti instruksi Kadisdikpora dengan mensosialisasikannya kepada guru dan siswa.

Pasalnya, lanjut Musa, kegiatan yang bertujuan untuk percepatan penyebarluasan informasi pesan kesehatan sebagai upaya pencegahan perkembangan dan penyebaran COVID-19, mencegah maraknya informasi hoaxs (berita bohong) terkait COVID-19 yang beredar melalui media sosial, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan, akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 7 hingga 11 April 2020.

“Pesan pokok yang harus disampaikan dalam kampanye yaitu sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir (7 April), tetap tinggal di rumah (8 April), jaga jarak dan hindari kerumunan (9 April), tidak berjabat tangan (10 April), dan pakai masker bila sakit atau harus berada di tempat umum (11 April),” ucapnya.

Mengenai metode pelaksanaan kampanye, Musa mengatakan, siswa bisa menggunakan media sosial seperti Instagram, facebook, tiktok dan youtube.

Langkah kampanye, tambah Musa, khusus untuk siswa TK/SD/Paket A/sederajat dimulai dengan foto diri beserta satu kertas yang berisikan satu pesan pencegahan Covid-19 (tulisan di kertas boleh ditambahkan dengan gambar yang sesuai tema).

Kemudian, upload foto di media sosial dengan melibatkan orang tua atau reshare/repost di instagram, facebook, whatsapp group, dan media sosial lainnya dengan memakai baju putih (bebas dan sopan) atau memakai baju sekolah.

Selanjutnya, berikan caption (judul foto berupa kata-kata motivasi atau perilaku yang sudah dilakukan untuk mencegah Covid-19) dan beri hastag utama #PelajarIndonesiaCegahCovid19, serta hastag tambahan yaitu #SatuKertasCegahCovid19, #LawanHoaxCorona19, #BersatumelawanCorona, #SehatNegeriku, #KementerianKesehatan, #KementerianPendidikan. Hastag ditambah dengan nama sekolah, contoh #LawanHoaxCorona19-SKBKarawang.

“Nantinya kampanye Covid-19 menjadi bagian kegiatan belajar mengajar dari rumah berupa penugasan siswa yang diberikan dari guru di sekolah masing-masing. Untuk kampanye siswa jenjang SMP/Paket B/SMA/Peaket C/sederajat sedikit berbeda karena bisa menggunakan video,” katanya. (ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here