PERESMIAN: Dari kiri kanan: Ketua PW Muhammadiyah Syuhada, Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua PD Muhammadiyah Karawang Maman Kosmara menunjukan keramik peresmian di komplek Masjid Darussalam Kecamatan Karawang Timur.

Resmikan Ponpes Panti Asuhan dan Boarding School di Karawang

KARAWANG – Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menandatangani peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Panti Asuhan Muhammadiyah Darrusalam dan Muhammadiyah Boarding School di komplek Masjid Darussalam, Kecamatan Karawang Timur, sabtu (16/7/2022).

Haedar mengatakan, Muhammadiyah yang selama ini bergerak dalam sosial kemasyarakatan, satu di antara bidang amal usaha yaitu pendidikan sesuai apa yang telah dipikirkan oleh Kyai Ahmad Dahlan sebelumnya, bahwa dunia terus berubah dan islam sendiri yang dapat memberikan jawabannya.

“Islam itu akan sesuai dengan situasi kondisi dan memberi jawaban terhadap situasi kondisi. Nah maka Kyai Ahmad Dahlan bikin pendidikan islam modern yang memadukan antara iman, akhlak dan kemajuan,” ujar Haedar.

Haedar membeberkan, dalam membangun Indonesia yang berkemajuan dibutuhkannya kegiatan yang sinkron dengan pemerintah, yang dimana Muhammadiyah berperan di sosial kemasyarakatan dan pemerintah berperan dengan konstitusionalnya.

“Kami dalam mengurus Muhammadiyah menyimpulkan kebersamaan dan kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh komponen bangsa agar kita bisa membangun Indonesia secara kolektif, keberagaman atau kebhinekaan tidak cukup dirayakan, kebhinekaan itu harus kita praktikan dalam wujud menyangga Indonesia dengan membangun bersama,” kata Haedar.

Plh Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang besar dengan kurang lebih satu abad di nusantara, memberikan jasa dan karya bernegara dan beragama.

“Muhammadiyah ada sebagai benteng islam, sehingga perjuangan Muhammadiyah dalam rangka izul islam wal muslimin lewat organisasinya sudah kita rasakan bersama,” kata Uu.

Uu mengapresiasi Muhammadiyah yang selalu berkomitmen dalam membangun sosial kemasyarakatan yang didalamnya menyantuni anak yatim, duafa, pendidikan dari dasar hingga sederajat.

“Sebenarnya hal itu semua tugas pemerintah, namun pemerintah terbatas dalam itu seperti anggaran dan lainnya. Saya mengucapkan terima kasih dalam meringankan beban pemerintah dalam bidang pendidikan,” ujar Uu.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Karawang, Maman Kosmara mengatakan, PD Muhammadiyah Karawang sebelumnya merencanakan pendidikan ponpes dan boarding school sebagai jawaban pendidikan modern yang tentunya berbeda dari sebelumnya.

“Ini isyarat yang disampaikan dalam Surat Al-Ma’mun, makanya barangkali itu konsep memperdulikan anak yatim, kaum duafa dan seterusnya,” ucapnya.

Maman berharap, dengan diresmikan dan dibangunnya kedua pendidikan itu dapat melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang lekat dengan ideologis.

“Harapannya dari pesantren panti asuhan mampu melahirkan kader muhammadiyah yang berideologis,” katanya. (gma/ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here