PJJ VIA RADIO: Kadisdikpora Karawang, Asep Junaedi ( kiri) saat melakukan live talk show PJJ via radio dalam acara launching PJJ via radio pada Agustus 2020 lalu.

Disdikpora Akan Manfaatkan Keberadaan Radio Swasta

KARAWANG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul dibatalkannya tatap muka pada Januari 2021 karena tingginya penyebaran covid-19. Disdikpora akan mencoba memaksimalkan metode pembelajaran luar jaringan (luring) dengan memanfaatkan keberadaan radio swasta di Karawang.

“Dalam pembelajaran di era pandemi seperti ini, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, warga satuan pendidikan, orang tua dan masyarakat adalah yang utama. Oleh karena itu, PJJ menjadi pilihan dalam proses belajar mengajar. Selain PJJ daring, tentunya bisa dilakukan melalui luring seperti via radio,” ujar Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi, kepada KBE, Kamis (14/1/2021).

Asep menjelaskan, sejauh ini Karawang memang telah melaksanakan PJJ via radio bekerjasama dengan radio milik Pemerintah Kabupaten Karawang yaitu Sturada. Akan tetapi, manfaatnya belum dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh peserta didik karena keterbatasan jangkauan.

“Maka dari itu, kami akan mencoba memaksimalkan pembelajaran via radio ini dengan memanfaatkan keberadaan radio swasta yang ada di berbagai wilayah Karawang. Sehingga seluruh peserta didik di Karawang bisa mengakses materi pembelajaran via radio,” ucapnya.

Untuk bisa merealisasikan semua itu, Asep mengatakan, Disdikpora akan  bekerjasama dengan Diskominfo.

“Semoga pada Februari sudah bisa berjalan. Sehingga peserta didik yang terkendala kuota, jaringan internet, dan hp android dalam PJJ daring, bisa tetap mengikuti pembelajaran melalui PJJ luring via radio,” katanya.

Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Lemahabang, Samson Kusuma Miharja menyambut baik rencana Disdikpora tersebut. Menurutnya, jika semua itu terlaksana akan sangat menunjang proses pembelajaran di Karawang.

“PJJ daring tak bisa terlepas dari sejumlah kendala, sebab tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi fasilitas penunjang seperti gawai canggih dan kuota. Bahkan tak jarang mereka yang memiliki fasilitas, tetap mengalami kendala seperti sulitnya akses jaringan internet. Dengan dimaksimalkannya PJJ luring via radio tentunya akan membuat PJJ lebih optimal karena kesempatan bisa diikuti seluruh peserta didik lebih besar. Selain harga radio yang tak semahal hp android, radio juga bisa diakses melalui hp biasa. Kami berharap bisa direalisasikan secepatnya,” ucapnya. (ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here