PETANI MILENIAL: Dua mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) terpilih menjadi peserta gelombang pertama Petani Milenial Jabar 2021.

KARAWANG – Dua mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) terpilih menjadi peserta gelombang pertama Petani Milenial Jabar 2021. Mereka yaitu Rudiyanto (23) dan Nadhifah Febriyanthi (21) mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian.

Keduanya berhasil lolos setelah melewati berbagai rangkaian tahapan seleksi program Petani Milenial yang diikuti hampir mencapai 9.000 orang pendaftar. Para peserta yang mengikuti program ini harus melewati tahapan seleksi dan assessment yang begitu ketat yakni seleksi yang bersifat administratif dan komprehensif sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi peserta Petani Milenial.

Rudiyanto dan Nadhifah terpilih dalam 20 orang peserta Calon Petani Milenial gelombang pertama komoditas tanaman hias yang diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat pada tanggal 28 Juli 2021.

Sebelum pembukaan program Petani Milenial, diketahui bahwa antusias pemuda Jawa Barat terhadap program ini begitu tinggi. Adapun dari 20 peserta terpilih, seluruhnya merupakan pemuda-pemudi terpilih yang secara domisili tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, di antaranya dari daerah Bandung Raya, Bekasi, Bogor, Cimahi, Sukabumi, Subang dan Karawang.

Petani Milenial merupakan sebuah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diluncurkan pada Maret 2021 dengan tujuan untuk menciptakan pemuda-pemudi yang dapat menjadi bagian penting dari proses regenerasi pelaku sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Program Petani Milenial digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Program ini diluncurkan pada saat pandemi, yang mana persentase pengangguran meningkat, ekonomi yang cukup sulit, dan lapangan kerja yang semakin sempit. Tujuan lain dari program ini adalah diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran pemuda di Jawa Barat.

“Kita berharap program ini bisa mengurangi angka pengangguran dan anak desa tidak datang terus ke kota untuk bekerja,” ujar Ridwan Kamil.

“Semoga program ini dapat berjalan baik karena adanya sinergitas dari berbagai pihak, baik instansi pemerintahan di bawah arahan Pemprov Jabar ataupun perusahaan yang berpengalaman di bidang pertanian, diantaranya terdapat PT. Agro Jabar selaku Avalist Petani Milenial, Bank BJB yang menjadi penyedia dana usaha, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, serta CV. Minaqu Indonesia yang berperan menjadi Offtaker Petani Milenial Komoditas Tanaman Hias” tambahnya.

Secara teknis para peserta Petani Milenial yang dinyatakan lolos harus menetap selama 1 tahun di Satuan Pelayanan Balai Benih Hortikultura Lembang Bandung untuk menjalani budidaya tanaman hias dengan orientasi hasil panen yang akan dikirim ke Luar Negeri untuk memenuhi permintaan pasar global yang begitu tinggi. Menurut informasi dari CV. Minaqu Indonesia, mereka telah mencapai kesepakatan kerjasama dengan pasar global, dengan nilai kerja sama lebih dari 1 triliun. Jadi, program Petani Milenial ini diharapkan dapat mengambil bagian dari kerjasama mereka dengan pasar global, demi peningkatan sektor pertanian di Jawa Barat.

Terlepas dari proses budidaya, pelaksanaan dan rangkaian kegiatan program Petani Milenial, seluruh peserta dibentuk dan dicetak untuk menjadi pengusaha dan pemuda-pemudi terdepan yang dapat merubah stigma pertanian bagi anak muda untuk menjadi pengusaha sukses di sektor pertanian. “Tinggal di Desa, Rejeki k
Kota, Bisnis Mendunia, Jabar Juara” merupakan sebuah kalimat semangat, doa, yang menjadi keterwakilan dari program Petani Milenial. (rls/wyd/ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here