SDN Nagasari III yang berlokasi di Kecamatan Karawang Barat tahun ini tengah mempersiapkan diri guna bersaing menjadi sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Karawang.

DLHK Targetkan Jaring 20 Sekolah

KARAWANG – SDN Nagasari III tak hanya fokus meningkatkan prestasi siswa dalam bidang akademik dan nonakademik. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Karawang Barat tahun ini tengah mempersiapkan diri guna bersaing menjadi sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Karawang.

“Sekolah ini memang sudah daftar menuju sekolah adiwiyata. Sekolah adiwiyata itu berhubungan dengan lingkungan di sekolah. Nanti sekolah mengarahkan anak untuk tertib membuang sampah, kita menghemat energi, mengolah sampah juga, dan banyak lagi yang lainnya. Siswa menjadi kader lingkungan,” ujar Kepala SDN Nagasari III, Muafah, Senin (18/7/2022).

Muafah menjelaskan, SDN Nagasari III saat ini baru merintis untuk dapat menjadi sekolah adiwiyata. September nanti kabarnya akan ada kunjungan dan penilaian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang.

“Respon para guru beragam, awalnya mengira adiwiyata butuh biaya besar. Saya bilang waktu itu seadanya saja, jangan mengadakan yang tidak ada. Kita manfaatkan saja yang ada dan kemampuan yang tersedia. Misal yang paling penting, siswa paham buang sampah di mana, kategorinya, pemilahan, sampai mungkin digunakan kembali jadi pupuk maupun kerajinan,” terang Muafah.

Muafah menambahkan, menuju sekolah adiwiyata tentunya bukan tanpa kendala, seperti adanya kondisi drainase sekitarnya yang kurang baik dan sering banjir. “Sudah komunikasi dan diusulkan lurah ke DPUPR, tapi belum ada tindakan. Dulu tidak separah ini, sekarang air dari drainase itu masuk ke lingkungan sekolah. Beberapa kelas ada yang dibangun tanggul untuk menghalau air,” katanya.

Fungsional Sub Koor Pembinaan dan Kemitraan, DLHK Karawang, Agus Mutaqin menerangkan, sekolah adiwiyata ialah sekolah berkelakuan atau berbudaya lingkungan baik. “Misal pengolahan sampahnya, penghijauan, kurikulumnya, banyak parameternya,” jelasnya.

Tahun ini, lanjut Agus, DLHK tengah menargetkan 20 sekolah di Karawang, baik SD/Sederajat hingga SMA/Sederajat negeri maupun swasta untuk mendapatkan sertifikasi adiwiyata di tingkat kabupaten. “Bertahap, tahun ini targetnya 20 sekolah. Ini dipersiapkan untuk adiwiayata tingkat kabupaten, nantinya bisa naik tingkat ke provinsi maupun nasional,” ucapnya.

Pembinaan sekolah adiwiyata tersebut, dikatakan Agus bukan bagian dari penunjukan langsung oleh DLHK. Seluruh sekolah yang masuk dalam program pembinaan ialah sekolah yang mengajukan sejak awal informasi pembinaan diberitahukan.

“Kita tidak menunjuk sekolah, tapi sekolah sendiri yang daftar. Ada sekitar 20 sekolah yang kita terima. Nah, sejak 17 Mei hingga 15 Juni itu kita kunjungan langsung ke tiap sekolah untuk melakukan pembinaan. Gimana sih agar lingkungan sekolah terlihat nyaman dan mendukung pembelajaran. Kira-kira begitu untuk melahirkan kader siswa lingkungan,” jelasnya.

Agus menambahkan, sekolah yang terlah tersertifikasi di tingkat kabupaten akan mendapatkan pembinaan berkala dari kader lingkungan DLHK. Mulai dari penyuluhan sampah, air hujan, komposter, hingga bidang-bidang lainnya.

“Tinggal mengajukan saja ingin ada kegiatan penyuluhan apa, sekolah tinggal mengirim permohonan. Setelah mendapat sertifikat berbudaya lingkungan yang ditandatangani oleh vupati. Setahun atau lebih sejak itu, setelah ada pengarahan kembali, tergantung tiap sekolah berminat tau tidak, biasanya ada kegiatan lanjutan di tingkat provinsi dan nasional,” kata Agus. (cr1/ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here