SMAN 6 Sediakan Kuota 288 Siswa

0

KARAWANG – SMAN 6 Karawang siap melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK/SLB yang akan dibuka mulai 7 Juni 2021. Sekolah yang beralamat di Jalan Irigasi Cemara Karangpawitan Karawang Barat ini menyediakan kuota 288 siswa.
“Ya, kami akan menjaring 288 siswa untuk mengisi 8 rombongan belajar (rombel) kelas X yang kami sediakan. Nantinya setiap rombel akan diisi 36 siswa,” ujar Kepala SMAN 6 Karawang, Basuki Priatno, melalui Wakasek Kesiswaan, Rustam, didampingi Wakasek Humas, Epul Saepul, dan Wakasek Kurikulum, Azis Supryana, kepada KBE, baru-baru ini.
Rustam mengatakan, 288 siswa baru nantinya akan dijaring SMAN 6 Karawang melalui 4 jalur PPDB yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Yaitu jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali/anak guru, prestasi, dan zonasi.
“Dari jalur afirmasi kami akan menjaring 58 siswa (KETM 40 siswa, disabilitas 3 siswa, kondisi tertentu 15 siswa), jalur perpindahan tugas orang tua/wali/anak guru 14 siswa (perpindahan tugas orang tua/wali 7 siswa dan anak guru 7 siswa), jalur prestasi 72 siswa (akademik/nilai rapor 43 siswa dan kejuaraan 29 siswa), dan jalur zonasi 144 siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rustam mengaku optimistis sekolah yang memiliki sarana prasarana lengkap dan memiliki banyak keunggulan salah satunya mampu meningkatkan grafik lulusan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) termasuk menembus pendidikan kedokteran di Universitas Padjadjaran, bisa memenuhi kuota yang disediakan.
“Insyaallah dengan sosialisasi yang telah kami lakukan ke satuan pendidikan jenjang SMP sederajat dan seiring kepercayaan masyarakat yang semakin besar kepada SMAN 6 Karawang, kuota yang kami sediakan akan terisi penuh,” ucapnya.
Seperti diketahui, PPDB SMA tahun ini akan kembali dilaksanakan dalam dua tahap. PPDB tahap 1 berlangsung 7-23 Juni dengan waktu pendaftaran 7-11 Juni. Sedangkan tahap 2 mulai 25 Juni hingga 14 Juli dengan waktu pendaftaran 25 Juni hingga 1 Juli.
PPDB SMA tahap 1, diperuntukan bagi calon peserta didik yang akan mendaftar melalui jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali/anak guru, dan prestasi. Kemudian PPDB tahap dua disediakan bagi peserta didik yang mendaftar melalui jalur zonasi. Nantinya, jika calon peserta didik baru tidak lolos dalam tahap satu dapat mendaftar di tahap dua.
Mengenai kuota, jalur afirmasi 20 persen (KETM+disabilitas 15 persen dan kondisi tertentu (petugas penanganan covid-19 dan korban bencana alam/sosial) 5 persen), jalur perpindahan orang tua/wali/anank guru 5 persen, jalur prestasi 25 persen (nilai rapor dan kejuaraan akademik/nonakademik), dan jalur zonasi 50 persen.
Adapun persyaratan PPDB ada persyaratan umum dan khusus. Persyaratan umum yaitu ijazah/surat keterangan lulus, akta kelahiran, kartu keluarga (minimal 1 tahun), KTP, buku rapor dan keterangan ranking (lima semester), dan surat tanggung jawab mutlak orang tua.
Kemudian persyaratan khusus seperti kartu program penanganan kemiskinan/terdaftar pada DTKS (bagi jalur afirmasi KETM), surat keterangan domisili dari RT/RW (bagi jalur afirmasi korban bencana alam/sosial), surat tugas orang tua (bagi jalur perpindahan tugas orang tua/wali/anak guru) dan bagi afirmasi penanganan covid-19, dan piagam serta dokumen prestasi (untuk jalur prestasi kejuaraan).
Pendaftaran PPDB bisa dilakukan secara daring mandiri atau oleh operator sekolah asal melalui laman ppdb.disdik.jabarprov.go.id, dan bisa juga oleh sekolah tujuan jika tidak ada jaringan dengan menerapkan protokol covid-19. (ayi/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here