BMPS Siapkan Gawai dan Kuota Gratis

0

Ponsel Bisa Dipinjam untuk KBM Online

KOTA BEKASI – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi gandeng perusahaan telekomunikasi dalam negeri dalam memulihkan dunia pendidikan pada situasi wabah Covid-19 ini. Bersama Telkomsel, BMPS memberikan kuota gratis bagi para siswa dan guru swasta se-Kota Bekasi guna menunjang berjalannya pendidikan jarak jauh (PJJ).
Tak tanggung-tanggung kartu perdana beserta kuota yang diberikan cuma-cuma itu pun sebesar 10 GB untuk setiap siswa dan gurunya. Pembagian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Bina Karya Mandiri (BKM) 2 Kota Bekasi dengan jumlah siswa 31.449 dan 2.976 guru swasta se-Kota Bekasi, kemarin (1/9).
Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly mengatakan, pembagian kartu perdana plus kuota gratis ini dibagikan baru tahap I. Jumlah penerima tahap I ini berasal dari 108 sekolah swasta di Kota Bekasi, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Namun secara data yang ada sekolah swasta di Kota Bekasi mencapai 800 lebih sekolah
“Bagi siswa dan guru swasta di Kota Bekasi yang belum mendapatkan maka akan diberikan pada tahap II. 10 GB ini kan gratis tapi nanti bulan depan penerima harus membeli kuota masing-masing secara pribadi,” ungkap Ayung kepada Karawang Bekasi Ekspres Grup.
Lanjut dia, membeli kuota dengan kartu perdana Merdeka Belajar Jarak Jauh dari Telkomsel ini akan diberikan harga yang murah dan pemakaian puas.
Dengan mengocek saku Rp 5 ribu per bulan maka pemakai sudah bisa mendapatkan kuota sebanyakl 11 GB. Tentu harga ini sangatlah murah dan terjangkau di tengah perekonomian belum stabil karena Covid-19 sekarang ini.
Harga yang diberikan ini berlaku pembeliannya hingga Desember 2020. Artinya, saat PJJ tak berlaku kemungkinan kuota 11 GB bisa kembali dengan harga normal, tidak seharga murah saat ini.

Menurut Ayung, apabila PJJ diperpanjang oleh pemerintah otomatis harga kuota Telkomsel murah pun masih tetap berlaku bagi para siswa dan guru dalam menunjang pendidikan secara online.

Di samping itu, dalam menunjang pendidikan terkadang permasalahan murid bukan dari kuota saja tapi bisa juga sebagian siswa memiliki problem dalam perangkat handphone yang tidak mendukung untuk PJJ.

Maka dari itu, SMK BKM 2 menyiapkan 150 unit handphone android yang bisa dipinjam oleh siswa khusus untuk belajar online.

“Kalau lagi ada tugas PJJ siswa yang tidak memiliki perangkat bisa pakai dulu handphone yang sudah disediakan sekolah. Akan tetapi setelah selesai besoknya harus dikembalikan ke sekolah demi kemaanan kita semua. Banyak orang tua yang mengeluhkan tidak punya perangkat, makanya kami siapkan,” tandasnya. (yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here