SOROT: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi Pasar Wisma Asri, Bekasi Utara untuk memberikan klarifikasi mengenai data hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pedagang yang sempat menjadi polemik.

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi Pasar Wisma Asri, Bekasi Utara untuk memberikan klarifikasi mengenai data hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pedagang yang sempat menjadi polemik.
Tak sekadar datang, pria yang akrab disapa Pepen ini pun memperlihatkan hasil tes tersebut pada pengelola pasar, juga pedagang di sana. “Saya datang ke sini untuk menjelaskan hasil PCR test yang dilakukan Minggu (10/5/2020) kemarin ditemukan ada dua pedagang yang positif,” kata Pepen, Rabu (13/5).
“Ini saya jelaskan, saya perlihatkan supaya pedagang dan pengelola pasar bisa mendengarkan secara langsung penjelasan ini supaya tidak ada lagi kabar simpangsiur yang beredar,” lanjutnya
Dia mengungkapkan bahwa satu pedagang berinisial R asal Kabupaten Bekasi kini sudah diisolasi di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang. Sementara, satu pedagang lain berinisial S asal Kabupaten Bogor menjalani perawatan di RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi sejak Senin (11/5) malam.
“Saya memberi pernyataan ini tidak main-main karena berdasarkan data hasil tes dari RSUD dan memang positif hasilnya,” ujar Pepen.
Lebih lanjut sambungnya, ini tak henti mengingatkan warga Kota Bekasi agar mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti mengenakan masker ke luar rumah dan menjaga jarak sosial atau social distancing.
Sebelumnya sempat beredar informasi yang menyatakan bahwa hasil tes dua pedagang di Pasar Wisma Asri negatif. Namun, akhirnya dibantah dan diperkuat oleh keterangan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah.
“Hasilnya sudah keluar, confirmed positif,” katanya. (dhy/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here